Selasa, 07 April 2026

Buku Panduan Belajar Kelompok 1

BUKU JARINGAN KOMPUTER DASAR

Disusun oleh:
Kelompok 1

Anggota:
- Adilla Nazhril Ahmad
- Alfathir Brevy M. L.
- Christian Yusuf Alfred
- Darel Dafa Nugraha
- Haidar Muhammad

Sekolah: SMK Tunas Harapan Pati
Tahun: 2026


 

DAFTAR ISI

Bab 1 - Konsep Dasar VoIP

Bab 2 - Konfigurasi Access Point

Bab 3 - Optical Power Meter (OPM)

Bab 4 - Kode 500 Server Error

Bab 5 - Google Colab

Bab 6 - PING

Bab 7 - Arsitektur Logik Jaringan


 

BAB 1 - KONSEP DASAR VOIP

 

Gambar 432 VoIP

 

 

Konsep Dasar VoIP (Voice over Internet Protocol)

 

VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara (voice) dikirimkan melalui jaringan komputer atau internet, bukan melalui jaringan telepon analog (PSTN) tradisional.

 

Dengan VoIP, suara diubah menjadi data digital, dikirim melalui jaringan IP, lalu diubah kembali menjadi suara pada penerima.

 

1. Cara Kerja Dasar VoIP

 

Secara garis besar, VoIP bekerja melalui 4 proses utama:

a. Capture (Penangkapan Suara)

Suara pengguna ditangkap oleh mikrofon.  

b. Encoding & Compression

Suara yang ditangkap diubah menjadi data digital menggunakan codec (coder-decoder), misalnya:

  • G.711
  • G 729
  • Opus

Codec juga dapat mengkompresi suara agar:

  • Ukuran Data lebih kecil,
  • Penggunaan bandwidth lebih efisien.

c. Packetization

Data suara yang sudah digital dipotong menjadi paket kecil (IP packet).

Setiap paket terdiri dari:

  • header (informasi alamat dan protokol),
  • payload (isi suara).

d. Transmission

Paket suara itu dikirim melalui jaringan IP (LAN/WAN/Internet) menggunakan protokol seperti:

  • RTP (Real-time Transport Protocol)
  • UDP (User Datagram Protocol)

karena butuh kecepatan dan rendah latensi.

Sampai di penerima, paket akan disusun ulang dan dikembalikan menjadi suara.

 

2. Komponen Utama dalam VoIP

a. IP Phone / Softphone

Perangkat untuk melakukan panggilan VoIP:

  • IP Phone: telepon fisik berbasis IP.
  • Softphone: aplikasi di PC/HP (Zoiper, MicroSIP, Linphone).

b. PBX / IP PBX

Server yang mengatur lalu lintas panggilan. Contohnya:

  • Asterisk
  • FreePBX
  • Issabel

Fungsinya:

  • Mengatur extension
  • Menghubungkan antar pengguna
  • voicemail, IVR, recording, dll.

c. SIP (Session Initiation Protocol)

Protokol untuk:

  • Membangun panggilan,
  • Mengakhiri panggilan,
  • Mengatur sinyal (signaling).

SIP adalah standar paling umum dalam VoIP modern.

 

d. RTP (Real-Time Transport Protocol)

Protokol yang mengirimkan data suara secara real-time.

 

3. Kelebihan VoIP

Kelebihan             Penjelasan

Biaya murah         Telepon antar kantor/antar negara lebih murah.

Fleksibel               Bisa dipakai di LAN, WiFi, internet, atau VPN.

Mobilitas              Bisa menerima telepon kantor dari HP/softphone.

Fitur canggih        Recording, IVR, video call, call forward, dll.

Integrasi               Dapat digabungkan dengan CRM, CCTV, call center.

 

4. Kekurangan atau Tantangan VoIP

Kekurangan                                     Penjelasan

Butuh koneksi internet yang stabil  Karena sensitif terhadap delay dan packet loss.

Tergantung bandwidth                     Semakin banyak panggilan, bandwidth makin besar.

Gangguan suara                               Echo, jitter, latency jika jaringan tidak stabil.

Keamanan                                       Raw feed RTP bisa disadap jika tidak dienkripsi.

 

5. Aplikasi VoIP di Dunia Nyata

  • Telepon kantor (PABX IP)
  • Call center
  • Telekonferensi video (Zoom, Teams, Google Meet)
  • Call gateway untuk GSM–VoIP
  • Sistem keamanan (doorphone intercom)




 

BAB 2 - KONFIGURASI ACCESS POINT

 

Gambar 431 Access Point

 

Access Point (AP) adalah perangkat jaringan yang berfungsi sebagai penghubung perangkat wireless (Wi-Fi) ke jaringan lokal (LAN) atau internet. Agar bisa bekerja optimal, AP perlu dikonfigurasi dengan benar.

1. Akses ke Halaman Konfigurasi AP

Setiap AP memiliki halaman konfigurasi (web GUI).

Langkah umum:

1.  Hubungkan laptop ke AP (via Wi-Fi default atau kabel LAN).

2.  Cek alamat IP AP (biasanya tertulis di label belakang perangkat), contoh:

§  192.168.0.1

§  192.168.1.1

3. Buka browser → ketik IP AP → login menggunakan username & password default.

2. Pengaturan Wireless (SSID, Security, Channel

a. SSID (Service Set Identifier)

·           Nama jaringan Wi-Fi.

·           Bisa dibuat:

ü  SSID siswa

ü  SSID guru

ü  SSID tamu

b. Mode Wireless

Menentukan standar Wi-Fi:

·           802.11b → lama, lambat

·           802.11g → cukup cepat

·           802.11n → umum digunakan

·           802.11ac / ax → cepat, modern

c. Channel (Kanal Frekuensi)

Channel menentukan jalur frekuensi Wi-Fi.

·  Band 2.4 GHz → channel 1, 6, 11 paling aman (tidak tumpang tindih).

·  Band 5 GHz → lebih banyak channel dan minim interferensi.

d. Keamanan (Security)

Setel keamanan:

·  WPA2-PSK (umum digunakan)

·  WPA3 (lebih aman, lebih baru)

Atur password Wi-Fi minimal 8 karakter.

3. Pengaturan IP Address (Network Setting)

AP bisa berfungsi sebagai:

a. Mode Access Point

·  AP mendapat IP dari router.

·  DHCP pada AP dimatikan.

·  Cocok untuk menambah titik Wi-Fi di sekolah.

b. Mode Router

·  AP bertindak sebagai router kecil.

·  DHCP diaktifkan.

·  Menyediakan IP untuk klien.

c. Mode Repeater / WDS

·  Memperluas jangkauan sinyal Wi-Fi.

·  Menghubungkan AP ke AP lain secara wireless.

Pengaturan IP AP

Biasanya AP diberi IP statis agar mudah dikelola, misalnya:

·  192.168.10.2

·  192.168.10.3

Pastikan satu subnet dengan router.

4. Manajemen Bandwidth & QoS (opsional)

Beberapa AP menyediakan fitur:

·  Pengaturan kecepatan maksimum (speed limit) per-user.

·  Prioritas trafik (QoS).

·  Pembatasan jumlah klien.

Ini berguna di lab atau sekolah agar jaringan tetap stabil.

5. MAC Filtering (opsional)

Mengizinkan atau memblokir perangkat berdasarkan MAC address.

·  White list → hanya perangkat tertentu yang boleh terhubung.

·  Black list → memblokir perangkat tertentu.

6. Firmware Update

AP perlu update firmware untuk:

·  Menambah fitur baru

·  Menutup celah keamanan

·  Meningkatkan stabilitas

Update dilakukan dari halaman konfigurasi AP.

7. Penempatan (Placement) AP

Konfigurasi bagus tapi penempatan buruk tetap akan menyebabkan sinyal lemah.

Prinsip penempatan:

·  di tengah ruangan

·  tidak dekat logam

·  jauh dari microwave

·  tidak tertutup lemari

Gambaran Alur Konfigurasi (Ringkas)

  1. Akses halaman AP
  2. Ganti SSID & password
  3. Pilih mode Wi-Fi (n/ac/ax)
  4. Atur channel & frekuensi
  5. Set IP AP (statis)
  6. Matikan DHCP (jika hanya AP biasa)
  7. Simpan & reboot




 

BAB 3 - OPTICAL POWER METER

 


Gambar 430 OPM  (Optical Power Meter)

 

 

1.  Konsep Dasar OPM (Optical Power Meter)



Pengertian

Optical Power Meter (OPM) adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur daya sinyal cahaya (optical power) pada sistem komunikasi serat optik.



OPM bekerja dengan cara:

·         Menerima sinyal cahaya dari ujung fiber

·         Mengubah energi cahaya menjadi sinyal listrik melalui photodetector

·         Menampilkan hasil dalam satuan dBm atau mW

 

Prinsip Kerja OPM

1.    Sumber cahaya (OLS – Optical Light Source) mengirimkan sinyal ke fiber

2.    Cahaya merambat melalui serat optik

3.    OPM menangkap cahaya di ujung fiber

4.    Sensor mengonversi cahaya menjadi arus listrik

5.    Nilai daya ditampilkan di layar



Biasanya digunakan berpasangan dengan:

  • OLS (Optical Light Source) → untuk mengukur redaman (loss)

 

2.  Fungsi OPM

OPM memiliki beberapa fungsi utama dalam instalasi dan maintenance jaringan fiber optik:

 

2.1 Mengukur Daya Optik (Optical Power)

Mengetahui besar daya cahaya yang diterima pada ujung fiber.

Contoh:

·     Hasil pengukuran: -18 dBm

2.2. Mengukur Loss (Redaman)

Digunakan bersama OLS untuk menghitung besar redaman kabel.

Rumus:


Loss (dB) = P
kirim – P terima

Contoh:

·         Daya kirim: -5 dBm

·         Daya terima: -15 dBm

·         Loss = 10 dB



2. 3. Troubleshooting Jaringan Fiber

Untuk mendeteksi:

·         Sambungan buruk

·         Konektor kotor

·         Fiber putus

·         Redaman berlebih



2.4. Pengujian Instalasi Baru

Memastikan jaringan memenuhi standar sebelum diserahkan ke pelanggan.

 

3. Satuan Pengukuran OPM

3.1 dBm

Satuan logaritmik terhadap 1 mW.

·          0 dBm = 1 mW

·          Nilai negatif → daya kecil

·          Nilai positif → daya besar

 

3.2 mW (milliwatt)

Satuan daya absolut.

Hubungan:

 

dBm = 10 Log10(P(mW))

  

4. Panjang Gelombang (Wavelength) Pengukuran



OPM harus disesuaikan dengan panjang gelombang sistem.



Umumnya:

·         850 nm → Multimode

·         1310 nm → Singlemode

·         1550 nm → Singlemode jarak jauh

·         1490 nm → FTTH downstream

Jika salah memilih wavelength, hasil pengukuran tidak akurat.

 

5. Parameter Keberhasilan Hasil Pengukuran



Berikut indikator apakah hasil pengukuran dianggap baik atau tidak:

 

5.1. Nilai Redaman (Loss) Sesuai Standar

Standar umum:

 

Komponen

 

Standar Loss

Splicing

 

≤ 0.1 – 0.3 dB

Konektor

 

≤ 0.5 dB

Link FO total

 

≤ 0.35 dB/km (SM 1310 nm)

 

Jika hasil melebihi standar → instalasi bermasalah.

 

5.2   Power Receive Sesuai Spesifikasi Perangkat

 

Contoh standar GPON:

 

Parameter

Nilai Normal

RX ONT

-8 s/d -28 dBm

 

Jika:

·         Lebih kecil dari -28 dBm → sinyal lemah

·         Lebih besar dari -8 dBm → sinyal terlalu kuat

 

5.3 Stabilitas Pembacaan

 

Hasil tidak berubah-ubah drastis.

Jika angka naik turun → kemungkinan:

·       Konektor longgar

·       Fiber kotor

·       Sumber cahaya tidak stabil

 

5.4 Perbandingan dengan Perhitungan Teoritis

 

Loss hasil ukur harus mendekati hasil perhitungan:

 

Total Loss = (Panjang kabel × redaman/km) + Loss Konektor + Loss Splice

 

Jika selisih besar → ada masalah di jalur.

6. Faktor yang Mempengaruhi Akurasi OPM

 

6.1  Kebersihan konektor

6.2  Pemilihan wavelength

6.3 Kalibrasi alat

6.4  Jenis fiber (SM/MM)

6.5  Kualitas splicing

6.6  Suhu lingkungan

 

 7. Contoh Analisis Hasil Pengukuran

 

Misal:

·         Panjang kabel: 10 km

·         Redaman standar: 0.35 dB/km

·         2 konektor (0.5 dB)

·         4 splice (0.1 dB)

 

Perhitungan:

·         Kabel: 10 × 0.35 = 3.5 dB

·         Konektor: 1 dB

·         Splice: 0.4 dB

·         Total = 4.9 dB

 

Jika hasil OPM menunjukkan 5.1 dB → masih normal

Jika menunjukkan 9 dB → ada masalah

 

 8.  Kesimpulan



8.1  OPM adalah alat untuk mengukur daya optik pada jaringan fiber

8.2  Digunakan untuk pengukuran power dan loss

8.3  Hasil dinyatakan dalam dBm atau mW

8.4  Keberhasilan pengukuran ditentukan oleh:

·         Nilai loss sesuai standar

·         Power receive sesuai spesifikasi

·         Stabilitas hasil ukur

·         Kesesuaian dengan perhitungan teoritis

 


 

BAB 4 - KODE 500 SERVER ERROR

 


Gambar 413. Kode 500 Server Error

 

 

HTTP response code atau kode internet ini dibagi menjadi 5 kategori. Setiap kategori mewakili jenis komunikasi yang terjadi antara web server dan client.

 

Ada 5 jenis kode internet yang umum dijumpai, yaitu:

 

1xx (informasi) 

Server menerima permintaan dan sedang memprosesnya.

 

2xx (berhasil) 

Server berhasil menerima permintaan dan mengirimkan kembali respons yang diharapkan.

 

3xx (redirect)

Server memerlukan tindakan tambahan untuk menyelesaikan permintaan karena ada perubahan pada resource.

 

4xx (client error) 

Server tidak bisa memenuhi permintaan karena sintaksis yang buruk (bad syntax).

 

5xx (server error) 

Server gagal memenuhi permintaan yang valid.

 

 

Kode 500 Error Server

 

Kode error internet 500-an menandakan bahwa permintaan gagal karena adanya masalah di sisi server. Umumnya, server mengirimkan status code 500 ketika tidak bisa menemukan respons yang lebih sesuai.

 

500 Internal Server Error

 

Server tidak bisa memenuhi permintaan karena kondisi yang tidak terduga.

 

Error ini akan muncul di WordPress ketika plugin, tema, atau file .htaccess rusak. Kemungkinan penyebab lainnya termasuk batas PHP yang tidak mencukupi dan versi PHP yang tidak kompatibel.

 

Kalau Anda memerlukan panduan untuk error ini, silakan baca artikel kami tentang 500 internal server error, yang juga membahas cara mengatasinya.

 

501 Not Implemented

 

Server tidak mengenali metode permintaan atau fungsi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan.

 

Response code ini adalah kebalikan dari 405 Method Not Allowed, yang menunjukkan bahwa server mengenali fungsi yang diperlukan tapi memilih untuk tidak mendukungnya.

 

502 Bad Gateway

 

Server, yang berfungsi sebagai proxy, tidak bisa memenuhi permintaan klien karena telah menerima respons yang tidak valid dari server upstream.

 

HTTP response code ini bisa terjadi ketika domain belum sepenuhnya dipropagasi setelah pindah ke host baru. Terkadang, firewall mungkin menganggap permintaan tersebut sebagai serangan pada server asal karena konfigurasi yang salah.

 

Kemungkinan penyebab lainnya adalah server asal mengalami overload dan terjadi error pada browser karena versi browser yang sudah tidak didukung, atau file corrupt di cache browser.

 

Untuk mencari tahu selengkapnya tentang kode error internet ini serta cara mengatasinya, silakan baca artikel kami mengenai error 502 bad gateway.

 

503 Service Unavailable

 

Server tidak bisa menangani permintaan karena kehabisan resource atau sedang dalam maintenance.

 

Umumnya, server mengirimkan kode error internet ini karena adanya masalah sementara. Respons disertai dengan kolom header permintaan Retry-After, yang berisi perkiraan waktu pemulihan.

 

Mengalami error ini? Tenang, kami punya artikel tentang error 503 service unavailable untuk membantu Anda mencari tahu lebih lanjut beserta cara mengatasinya.

 

504 Gateway Timeout

 

Server proxy belum menerima respons tepat waktu yang diperlukan untuk memenuhi permintaan dari server upstream.

 

Beberapa penyebab yang paling umum meliputi konfigurasi firewall yang salah, domain yang tidak bisa di-resolve, overload server, masalah konektivitas, PHP worker terbatas, dan masalah DNS.

 

Untuk membantu Anda mengetahui error ini lebih lanjut, kami sudah menyiapkan artikel tentang 504 gateway time-out.

 

 

505 HTTP Version Not Supported

 

Server tidak mendukung versi protokol HTTP yang digunakan dalam permintaan. Penggunaan web browser dengan versi yang sudah tidak update biasanya menyebabkan munculnya kode error internet ini.

 

Respons HTTP dengan kode ini umumnya berisi informasi tentang protokol yang didukung oleh server.

 

 

506 Variant Also Negotiates

 

Server telah menjalankan protokol Transparent Content Negotiation, yang meminta user agent agar memilih salah satu varian yang didukung untuk melayani resource.

 

HTTP response code ini terkadang menunjukkan ‘circular reference’. Artinya, resource varian yang dipilih dikonfigurasi untuk terlibat dalam negosiasi konten. Akibatnya, proses tidak diselesaikan dengan tepat.

 

 

507 Insufficient Storage

 

Response code WebDAV ini menandakan kurangnya ruang penyimpanan yang diperlukan untuk menyimpan representasi, sehingga server tidak bisa menyelesaikan permintaan.

 

 

508 Loop Detected

 

Masih merupakan kode WebDAV, error 508 Loop Detected menunjukkan bahwa server mengalami loop tak terbatas saat memproses permintaan.

 

Versi lainnya disebut “Resource limit reached”, yang berarti server tidak bisa memenuhi permintaan karena telah melampaui batas resource yang diterapkan oleh web host.

 

 

509 Bandwidth Limit Exceeded

 

Kode eror internet ini biasanya muncul di website yang menggunakan paket shared hosting. Error 509 menunjukkan bahwa server telah melampaui batas bandwidth karena volume traffic website yang tinggi.

 

 

510 Not Extended

 

Klien tidak menggunakan ekstensi apa pun yang didukung oleh server. Respons kode ini umumnya mencakup semua informasi yang diperlukan untuk menginformasikan ekstensi yang diperlukan.

 

 

511 Network Authentication Required

 

Kode ini dikirim oleh proxy perantara yang mengontrol akses ke jaringan. Klien harus diautentikasi sebelum jaringan bisa memberikan akses.

 

Error 511 biasanya terjadi ketika Anda mencoba mengakses jaringan publik. Anda harus menyetujui Ketentuan Layanan untuk mendapatkan akses.

 

 

520 Web Server Returned an Unknown Error

 

Response code Cloudflare ini menunjukkan bahwa server asal menampilkan respons kosong atau tidak dikenal ke reverse proxy.

 

 

521 Web Server is Down

 

Error 521 yang juga merupakan kode Cloudflare ini muncul ketika server asal tidak bisa terhubung ke reverse proxy. Masalah ini mungkin terjadi karena server web asal memblokir koneksi dari alamat IP Cloudflare tertentu.

 

 

522 Connection Timed Out

 

Cloudflare tidak bisa menjangkau server asal untuk membuat koneksi Transmission Control Protocol (TCP) sehingga server kehabisan waktu. Kesalahan konfigurasi DNS adalah penyebab paling umum terjadinya error ini.

 

 

523 Origin is Unreachable

 

Masih dalam kategori error Cloudflare, kode 523 berarti Cloudflare tidak bisa menjangkau server web asal. Error internet ini disebabkan oleh DNS record atau pengaturan server yang salah atau tidak ditemukan.

 

524 A Timeout Occurred

 

Cloudflare berhasil menghubungkan TCP ke server asal, tapi reverse proxy belum menerima respons HTTP dalam jangka waktu tertentu sehingga server kehabisan waktu.

 

 

525 SSL Handshake Failed

 

Cloudflare tidak bisa melakukan SSL atau TLS handshake dengan server web asal. Website mungkin memiliki sertifikat SSL yang tidak dikonfigurasi dengan benar, sehingga klien dan server tidak bisa terhubung dengan aman.

 

 

599 Network Connect Timeout Error

 

Beberapa proxy HTTP mengirimkan response code ini ketika terjadi timeout koneksi jaringan pada klien di depan proxy.

 




 

BAB 5 - GOOGLE COLAB

 

Gambar 412 Google Colaboratory

 

Google Colab adalah sebuah produk dari Google yang memungkinkan kamu untuk menulis serta mengedit program. Produk ini memang masih sangat awam bagi orang biasa karena hanya digunakan oleh orang yang membutuhkan coding environment, seperti para developer atau programmer.

 

Namun bagi kamu non developer dan programmer yang ingin tahu apa itu Google Colab, kamu sudah ada di artikel yang tepat! Di sini, kamu akan mengetahui pengertian Google Colab, manfaat, hingga cara menggunakannya. Langsung simak sampai tuntas!

 

Apa Itu Google Colab?

 

Google Colaboratory atau Google Colab adalah executable document yang memungkinkan kamu dalam menulis, mengedit, serta membagikan program yang sudah disimpan pada drive maupun yang baru kamu buat. Selama menggunakan tools ini, kamu tidak perlu menginstal software tambahan lagi. Kamu hanya perlu akun Google untuk login dan menyimpan file Python ke Google Drive milikmu.

 

Tools ini sangat cocok digunakan bagi programmer atau pemula yang ingin belajar python. Selain itu, seperti namanya, Google Colab juga mendukung fitur kolaborasi dengan tim. Nantinya notebook atau dokumen yang digunakan untuk menulis program dapat diedit bebarengan oleh tim kamu seperti halnya mengedit pada Google Docs.

 

Jika sebelumnya kamu pernah mendengar Jupyter Notebook yang dijalankan pada browser, pada dasarnya Google Colab mirip dengan itu. Tools ini memungkinkan kamu untuk menjalankan program python tanpa perlu repot melakukan instalasi atau mengunduh text editor terlebih dulu. Justru, seluruh setup sepenuhnya diserahkan pada cloud.

 

Baca Juga: Panduan Dasar Text Editor Atom, Sublime, Notepad++

 

Manfaat Google Colab

 

Setelah lebih tahu apa itu Google Colab dan seperti apa kegunaannya, selanjutnya di bawah ini terdapat manfaat yang ditawarkan Google Colab. Berikut beberapa manfaat Google Colab:

 

1. Built in machine learning yang lengkap

 

Fitur built in machine learning merupakan salah satu fitur terpopuler milik Google Colab. Kamu dapat mengimpor set data gambar, melatih pengklasifikasi gambar pada gambar tersebut, dan mengevaluasi model. 

 

Semuanya dapat kamu lakukan hanya dalam beberapa baris kode saja. Nantinya, notebook colab akan mengeksekusi kode tersebut pada server cloud Google.

 

Adapun beberapa library machine learning yang terdapat pada Colab seperti Keras, PyTorch, dan TensorFlow. Google Colab seringkali digunakan oleh komunitas machine learning, di antaranya untuk:

    • Memulai TensorFlow
    • Mengembangkan dan melatih jaringan neural
    • Bereksperimen dengan TPU
    • Menyebarkan riset artificial intelligence
    • Membuat tutorial

 

2. Berbasis cloud sehingga tidak memakan memori

 

Manfaat berikutnya dari Google Colab adalah tidak memakan memori komputer. Apabila kamu menggunakan Jupyter Notebook kamu memang tidak perlu melakukan instalasi dan bisa langsung menulis program secara online lewat browser, namun untuk menyimpannya kamu tetap perlu menyimpan pada memori lokal komputer.

 

Berbeda dengan Google Colab, kamu dapat menuliskan programnya secara online serta menyimpannya langsung dengan mudah pada akun Google Drive. Jadi, file kamu dapat diakses oleh perangkat apapun dan di manapun asalkan sudah login pada Google.

 

Namun, jika kamu mementingkan privasi dan keamanan, kamu dapat men-download file program tersebut. Intinya, Google Colab memudahkan kamu karena menggunakan cloud storage sehingga tidak harus menyimpan pada penyimpanan lokal.

 

Baca Juga: Apa Itu Cloud Storage? Ini Pengertian, Jenis & Kelebihannya

 

 

3. Mempermudah kolaborasi tim

 

Dalam membuat sebuah program khususnya proyek yang cukup besar, kolaborasi antar tim tentu sangat diperlukan. Pada Google Colab, kamu dapat melakukan hal itu karena adanya fitur kolaborasi. Satu file dapat diakses oleh siapa saja selama email mereka sudah ditambahkan untuk bisa mengakses.

 

Dengan begitu, antara satu developer dengan yang lain dapat saling berkolaborasi. Jika pekerjaan telah selesai, kamu juga dapat membagikan pekerjaannya pada tim lain hanya dengan menambahkan email mereka.

 

 

4. Fleksibel

 

Google Colab juga memiliki manfaat karena sifatnya yang sangat fleksibel. Kamu tidak perlu membuka laptop atau PC untuk bisa menjalankan source code pada notebook, melainkan cukup menggunakan HP milikmu selama HP itu terhubung dengan akun Google Drive.

 

 

5. Fitur TPU dan GPU gratis

 

Google Research memberikan fitur TPU dan GPU secara gratis yang dapat digunakan untuk proyek machine learning pribadi kamu. Pada beberapa proyek, akselerasi GPU dan TPU memberi perbedaan besar bahkan untuk proyek kecil sekalipun.

 

Nah, karena menggunakan resource Google, operasi neural network optimization tidak akan mengacaukan prosesor kamu, sehingga kipas pendingin komputer juga tidak akan panas.

 

 

Cara Menggunakan Google Colab

 

Bagaimana? Sangat bermanfaat sekali ‘kan Google Colab, terlebih untuk kamu yang bekerja pada bidang IT, khususnya programmer. Untuk kamu yang berminat belajar coding khususnya python, langsung saja gunakan tools ini.

 

Berikut ini Dewaweb akan memberikan cara menggunakan Google Colab secara lengkap.

 

1. Buat folder pada Google Drive

 

Langkah pertama menggunakan Google Colab adalah login pada akun Google dan masuk Google Drive. Untuk memudahkan dalam menemukan file, sebaiknya buat folder khusus terlebih dulu. Berikut langkah membuat folder khusus:Klik tanda tambah ‘+’ > New Folder

 

Selanjutnya berikan nama folder lalu pilih ‘Create’

 


 

2. Buat notebook Google Colab

 

Setelah folder berhasil dibuat, masuk pada folder tersebut kemudian kita akan langsung membuat notebook Google Colab. Caranya klik tanda tambah ‘+’ > More > Google Colaboratory.


 

3. Tuliskan kode program

 

Jika notebook berhasil dibuat, maka akan muncul halaman editor seperti berikut.


 

Di sini kamu dapat langsung menuliskan kode programnya. Kamu bisa menuliskan hingga baris berapapun. Seperti gambar di atas contohnya kita akan menampilkan teks “hello world”. Jangan lupa juga untuk mengganti nama file pada pojok kiri atas.

 

 

4. Jalankan kode program

 

Apabila sudah selesai menuliskan program, selanjutnya kita akan coba untuk menjalankan atau run kode tersebut. Caranya klik Runtime > Jalankan semua, seperti pada gambar di bawah ini.

 

 

Jika kode yang kamu tulis tidak ada yang error, maka output akan muncul di bawahnya, lalu di bagian kanan atas terdapat indikator resource, jika kode berhasil dijalankan maka tandanya akan bercentang hijau.

 


 

Nah, itulah cara menggunakan Google Colab lewat drive cukup mudah bukan?




 

BAB 6 - PING

 


Gambar 384.X4 Ping

 

 

Selain menggunakan Command Tracert, PING adalah salah satu perintah yang dapat Anda gunakan untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan penyebab Anda tidak bisa mengakses suatu website. Lalu apa itu ping dan bagaimana cara menggunakannya?

 

Di artikel ini kami akan membahas secara lengkap tentang apa itu ping, pengertian, fungsi dan cara melakukan ping di Windows, Ubuntu, dan juga Mac OS. Ikuti artikel kami selengkapnya.

 

 

Apa itu PING?

 

Packet Internet Gopher atau yang disingkat menjadi PING adalah perintah untuk melakukan pengecekan response server dan client dalam sebuah jaringan internet. Istilah ping merujuk pada fungsi dasar dari perangkat lunak ini, yaitu mengirimkan permintaan sederhana ke sebuah alamat IP atau nama host tertentu dan kemudian menerima balasan.

 

Dengan menggunakan perintah ping, Anda dapat mengukur waktu yang dibutuhkan dari koneksi anda ke server tujuan, hingga akhirnya kembali ke device yang Anda gunakan. Proses ini membantu mengidentifikasi apakah suatu host atau server dapat dijangkau dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapainya.

 

 

Fungsi PING

 

Perintah ping ternyata memiliki beberapa kegunaan. Berikut adalah informasi yang dapat Anda ketahui dengan menggunakan perintah ping.

 

1. Mengetahui status up/down komputer atau server tujuan dalam jaringan

 

Kita dapat mengecek apakah sebuah komputer atau server dalam keadaan up/down dengan menggunakan perintah PING. Jika komputer tersebut memberikan respons terhadap perintah PING yang kita berikan maka dikatakan bahwa komputer/ server tersebut dalam keadaa up (hidup).

 

2. Memonitor availability status komputer dalam jaringan

 

PING dapat digunakan sebagai tool monitoring availability komputer dalam jaringan. Salah satu cara mengukur indikator kualitas jaringan yaitu dengan melakukan PING secara periodik pada komputer/ server yang dituju. Semakin kecil downtime, semakin bagus kualitas jaringan tersebut.

 

3. Mengetahui responsivitas komunikasi sebuah jaringan

 

Besarnya nilai delay atau latency yang dilaporkan oleh PING menjadi indikasi seberapa responsif komunikasi terjadi dengan komputer yang dituju. Semakin besar nilai delay menunjukkan semakin lamban respons yang diberikan. Sehingga nilai delay ini juga bisa digunakan sebagai indikator kualitas jaringan.

 

4. Ping digunakan untuk mengecek propagasi DNS

 

Setiap perubahan DNS atau name server domain, maka akan terjadi waktu tunggu atau yang sering disebut dengan propagasi DNS.

 

Dengan melakukan ping ke domainnya, Anda akan mengetahui apakah saat ini dari koneksi internet Anda masih propagasi atau sudah selesai. Bila hasil ping nya sudah reply dari ip server tujuan, maka propagasi sudah selesai.

 

 

Cara Melakukan PING

 

Setelah mengetahui apa itu ping dan kegunaannya, selanjutnya mari mempelajari cara melakukan ping di Windows, Ubuntu, ataupun Mac OS.

 

Cara PING di Windows

 

Di Windows, untuk melakukan ping menggunakan aplikasi command prompt (CMD). Berikut ini adalah contoh Cara melakukan PING pada Windows ;

 

1. Klik Start => Run.

2. Setelah muncul pop up ketikkan => CMD

3. Lalu munculah gambar seperti di bawah ini , kemudian anda tinggal ketikkan –> ping (spasi) namaDomainAnda

 

Sebagai contoh, saya ingin melakukan ping ke website detik.com, maka perintah ping nya adalah seperti screenshot berikut.

 

 

 

 

Cara PING di Ubuntu

 

  1. Klik Logo Ubuntu.
  2. Ketikkan Terminal, lalu Enter.
  3. Ketikkan perintah : ping namaDomainAnda

Pada contoh berikut kami melakukan ke website detik.com. Maka perintahnya adalah ping detik.com

 

 

 

4. Supaya perintah ping nya berhenti, tekan CTRL + C pada keyboard.

 

 

Cara Ping di Mac OS

  1. Tekan tombol Command + Space.
  2. Ketikkan Terminal, lalu Enter.
  3. Ketikkan perintah : ping namaDomainAnda

 

Pada contoh berikut kami melakukan ke website detik.com. Maka perintahnya adalah ping detik.com

 

 

 

4. Supaya perintah ping nya berhenti, tekan CTRL + C pada keyboard.

 

 

Perhatikan hasil pingnya :

 

Reply : 

Menunjukkan bahwa koneksi yang anda gunakan terhubung dengan server tujuan. Disana akan terlihat juga IP server tujuan.

 

Request time out : 

Ada gangguan pada koneksi, seperti kurang stabilnya koneksi yang digunakan, atau IP Public terblock oleh Firewall server.

 

Destination host unreachable : 

Kemungkinan modem belum tersambung ke jaringan internet, atau kendala DNS.

 

 

Parameter Perintah PING

 

Contoh penggunaan parameter lain pada perintah PING adalah sebagai berikut.

 

ping -t

 

Apabila Anda ingin melakukan ping secara terus menerus, maka Anda bisa menambahkan perintah -t. Contohnya ping detik.com -t .Untuk menghentikannya, tekan CTRL + C pada keyboard.

 

ping -a

 

Parameter ini digunakan untuk melihat hostname dari komputer tujuan. Sebagai contoh, saat Anda mengetikkan ping -a 74.125.24.100 akan menampilkan hostname dari Google.com.

 

ping -n count

 

Parameter ini digunakan untuk melakukan ping sebanyak parameter yang diisi. Sebagai contoh bila Anda ingin ping ke google.com selama 7 kali, maka perintahnya ping -n 7 google.com

 

ping -l 1000

 

Parameter ini digunakan untuk menentukan besarnya paket yang dikirim ke server tujuan. Sebagai contoh, ping -l 1000 google.com

 

 

Kesimpulan

 

PING adalah singkatan dari Packet Internet Gopher yaitu perintah untuk melakukan pengecekan response server dan client dalam sebuah jaringan internet. Dengan perintah PING, Anda dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan dari koneksi anda ke server tujuan, hingga akhirnya kembali ke device yang Anda gunakan.

 

Selain itu, PING juga dapat Anda gunakan untuk melihat status UP/Down pada sisi koneksi internet Anda atau kegagalan akses dari koneksi anda ke server tujuan.

 

Jika hasil ping Anda ke domain tujuan mengalami RTO, maka Anda dapat melakukan restart koneksi internet yang digunakan terlebih dahulu. Namun jika setelah restart masih mengalami kendala, Anda dapat melakukan tracert untuk melihat lalu lintas koneksi Anda ke server. Dari trace router, Anda dapat menganalisa kendala terjadi dari sisi koneksi internet yang digunakan, atau dari server tujuannya.




 

BAB 7 - ARSITEKTUR LOGIK JARINGAN

 

Gambar 371 Arsitektur Logik Jaringan Komputer

 

 

FDDI (Fiber Distributed-Data Interface)

FDDI merupakan standar komunikasi data dengan menggunakan fiber optic yang panjangnya sampai dengan 200 km. 

 

Protokol FDDI berbasis pada protokol Token Ring yang terdiri dari dua Token Ring, yang satu ring berfungsi sebagai ring backup jika seandainya ada ring dari dua ring tersebut yang putus atau saat mengalami masalah kegagalan dalam bekerja. 

 

Pada sebuah ring FDDI memiliki kecepatan 100 Mbps.

 

 

 

Token Ring

 

Token ring merupakan cara akses pada jaringan yang berbasis teknologi ring (gelang), token ring memiliki kemampuan dalam pengiriman data dengan kecepatan 4 Mbps dan kemudian meningkat menjadi 16 Mbps.

 

 

Peralatan jaringan secara fisik dengan token ring terhubung dalam konfigurasi topologi ring dimana data akan dilewatkan dari peralatan satu ke peralatan yang lain secara berurutan.

 

Ethernet

 

Ethernet merupakan jenis skenario dalam perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer. Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data menjadi Ethernet frame, yakni sebagai berikut:

  1. Ethernet II (digunakan untuk TCP/IP, dijelaskan pada pengertian internet menggunakan standar Internet Protocol Suite TCP/IP).
  2. Ethernet 802.3 (digunakan untuk berkomunikasi dengan Novell NetWare 3.11 dan versi sebelumnya).
  3. Ethernet 802.2 (digunakan untuk konektivitas dengan Novell NetWare 3.12 dan versi selanjutnya).
  4. Ethernet SNAP (digunakan sebagai kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang menjalankan TCP/IP).

Setiap format Ethernet frame di atas tidak saling cocok/kompatibel satu dengan lainnya sehingga cukup menyulitkan dalam instalasi jaringan yang bersifat heterogen. Untuk mengatasi masalah tersebut maka lakukan konfigurasi terhadap protokol yang digunakan melalui sistem operasi.

 




  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Panduan Belajar Kelompok 1

BUKU JARINGAN KOMPUTER DASAR Disusun oleh: Kelompok 1 Anggota: - Adilla Nazhril Ahmad - Alfathir Brevy M. L. - Christian Yusuf A...