BUKU JARINGAN KOMPUTER DASAR
Disusun oleh:
Kelompok 1
Anggota:
- Adilla Nazhril Ahmad
- Alfathir Brevy M. L.
- Christian Yusuf Alfred
- Darel Dafa Nugraha
- Haidar Muhammad
Sekolah: SMK Tunas Harapan Pati
Tahun: 2026
DAFTAR ISI
Bab 1 - Konsep Dasar VoIP
Bab 2 - Konfigurasi Access Point
Bab 3 - Optical Power Meter (OPM)
Bab 4 - Kode 500 Server Error
Bab 5 - Google Colab
Bab 6 - PING
Bab 7 - Arsitektur Logik Jaringan
BAB 1 - KONSEP DASAR VOIP
Konsep Dasar VoIP
(Voice over Internet Protocol)
VoIP (Voice over
Internet Protocol) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara (voice)
dikirimkan melalui jaringan komputer atau internet, bukan melalui jaringan
telepon analog (PSTN) tradisional.
Dengan VoIP, suara
diubah menjadi data digital, dikirim melalui jaringan IP, lalu diubah kembali
menjadi suara pada penerima.
1. Cara Kerja Dasar
VoIP
Secara garis
besar, VoIP bekerja melalui 4 proses utama:
a. Capture
(Penangkapan Suara)
Suara pengguna
ditangkap oleh mikrofon.
b. Encoding &
Compression
Suara yang ditangkap
diubah menjadi data digital menggunakan codec (coder-decoder), misalnya:
- G.711
- G 729
- Opus
Codec juga dapat
mengkompresi suara agar:
- Ukuran Data lebih kecil,
- Penggunaan bandwidth lebih efisien.
c. Packetization
Data suara yang sudah
digital dipotong menjadi paket kecil (IP packet).
Setiap paket terdiri
dari:
- header (informasi alamat dan protokol),
- payload (isi suara).
d. Transmission
Paket suara itu
dikirim melalui jaringan IP (LAN/WAN/Internet) menggunakan protokol seperti:
- RTP (Real-time Transport Protocol)
- UDP (User Datagram Protocol)
karena butuh kecepatan
dan rendah latensi.
Sampai di penerima,
paket akan disusun ulang dan dikembalikan menjadi suara.
2. Komponen Utama
dalam VoIP
a. IP Phone /
Softphone
Perangkat untuk
melakukan panggilan VoIP:
- IP Phone: telepon fisik berbasis IP.
- Softphone: aplikasi di PC/HP (Zoiper,
MicroSIP, Linphone).
b. PBX / IP PBX
Server yang mengatur
lalu lintas panggilan. Contohnya:
- Asterisk
- FreePBX
- Issabel
Fungsinya:
- Mengatur extension
- Menghubungkan antar pengguna
- voicemail, IVR, recording, dll.
c. SIP (Session
Initiation Protocol)
Protokol untuk:
- Membangun panggilan,
- Mengakhiri panggilan,
- Mengatur sinyal (signaling).
SIP adalah standar
paling umum dalam VoIP modern.
d. RTP (Real-Time
Transport Protocol)
Protokol yang
mengirimkan data suara secara real-time.
3. Kelebihan VoIP
Kelebihan
Penjelasan
Biaya murah
Telepon antar kantor/antar negara lebih murah.
Fleksibel
Bisa dipakai di LAN, WiFi, internet,
atau VPN.
Mobilitas
Bisa menerima telepon kantor dari
HP/softphone.
Fitur canggih
Recording, IVR, video call, call forward, dll.
Integrasi
Dapat digabungkan dengan CRM, CCTV,
call center.
4. Kekurangan atau
Tantangan VoIP
Kekurangan
Penjelasan
Butuh koneksi internet
yang stabil Karena sensitif terhadap delay dan packet loss.
Tergantung
bandwidth
Semakin banyak panggilan, bandwidth makin besar.
Gangguan suara
Echo, jitter, latency jika jaringan tidak stabil.
Keamanan
Raw feed RTP bisa disadap jika
tidak dienkripsi.
5. Aplikasi VoIP di
Dunia Nyata
- Telepon kantor (PABX IP)
- Call center
- Telekonferensi video (Zoom, Teams, Google
Meet)
- Call gateway untuk GSM–VoIP
- Sistem keamanan (doorphone intercom)
BAB 2 - KONFIGURASI ACCESS POINT
Access Point (AP)
adalah perangkat jaringan yang berfungsi sebagai penghubung perangkat
wireless (Wi-Fi) ke jaringan lokal (LAN) atau internet. Agar bisa
bekerja optimal, AP perlu dikonfigurasi dengan benar.
1. Akses ke Halaman
Konfigurasi AP
Setiap AP memiliki
halaman konfigurasi (web GUI).
Langkah umum:
1. Hubungkan
laptop ke AP (via Wi-Fi default atau kabel LAN).
2. Cek
alamat IP AP (biasanya tertulis di label belakang perangkat), contoh:
§ 192.168.0.1
§ 192.168.1.1
3. Buka
browser → ketik IP AP → login menggunakan username &
password default.
2. Pengaturan
Wireless (SSID, Security, Channel
a. SSID (Service
Set Identifier)
· Nama
jaringan Wi-Fi.
· Bisa
dibuat:
ü SSID
siswa
ü SSID guru
ü SSID tamu
b. Mode Wireless
Menentukan standar
Wi-Fi:
· 802.11b → lama,
lambat
· 802.11g → cukup
cepat
· 802.11n → umum
digunakan
· 802.11ac
/ ax → cepat, modern
c. Channel (Kanal
Frekuensi)
Channel menentukan
jalur frekuensi Wi-Fi.
· Band 2.4
GHz → channel 1, 6, 11 paling aman (tidak tumpang tindih).
· Band 5
GHz → lebih banyak channel dan minim interferensi.
d. Keamanan
(Security)
Setel keamanan:
· WPA2-PSK (umum
digunakan)
· WPA3 (lebih
aman, lebih baru)
Atur password Wi-Fi
minimal 8 karakter.
3. Pengaturan IP
Address (Network Setting)
AP bisa berfungsi
sebagai:
a. Mode Access
Point
· AP
mendapat IP dari router.
· DHCP pada
AP dimatikan.
· Cocok
untuk menambah titik Wi-Fi di sekolah.
b. Mode Router
· AP
bertindak sebagai router kecil.
· DHCP diaktifkan.
· Menyediakan
IP untuk klien.
c. Mode Repeater /
WDS
· Memperluas
jangkauan sinyal Wi-Fi.
· Menghubungkan
AP ke AP lain secara wireless.
Pengaturan IP AP
Biasanya AP diberi IP
statis agar mudah dikelola, misalnya:
· 192.168.10.2
· 192.168.10.3
Pastikan satu subnet
dengan router.
4. Manajemen
Bandwidth & QoS (opsional)
Beberapa AP
menyediakan fitur:
· Pengaturan
kecepatan maksimum (speed limit) per-user.
· Prioritas
trafik (QoS).
· Pembatasan
jumlah klien.
Ini berguna di lab
atau sekolah agar jaringan tetap stabil.
5. MAC Filtering
(opsional)
Mengizinkan atau
memblokir perangkat berdasarkan MAC address.
· White
list → hanya perangkat tertentu yang boleh terhubung.
· Black
list → memblokir perangkat tertentu.
6. Firmware Update
AP perlu update
firmware untuk:
· Menambah
fitur baru
· Menutup
celah keamanan
· Meningkatkan
stabilitas
Update dilakukan dari
halaman konfigurasi AP.
7. Penempatan
(Placement) AP
Konfigurasi bagus tapi
penempatan buruk tetap akan menyebabkan sinyal lemah.
Prinsip penempatan:
· di tengah
ruangan
· tidak
dekat logam
· jauh dari
microwave
· tidak
tertutup lemari
Gambaran Alur
Konfigurasi (Ringkas)
- Akses halaman AP
- Ganti SSID & password
- Pilih mode Wi-Fi (n/ac/ax)
- Atur channel & frekuensi
- Set IP AP (statis)
- Matikan DHCP (jika hanya AP biasa)
- Simpan & reboot
BAB 3 - OPTICAL POWER METER
1. Konsep
Dasar OPM (Optical Power Meter)
Pengertian
Optical Power Meter
(OPM) adalah alat ukur
yang digunakan untuk mengukur daya sinyal cahaya (optical power) pada
sistem komunikasi serat optik.
OPM bekerja dengan
cara:
· Menerima
sinyal cahaya dari ujung fiber
· Mengubah
energi cahaya menjadi sinyal listrik melalui photodetector
· Menampilkan
hasil dalam satuan dBm atau mW
Prinsip Kerja OPM
1. Sumber
cahaya (OLS – Optical Light Source) mengirimkan sinyal ke fiber
2. Cahaya
merambat melalui serat optik
3. OPM
menangkap cahaya di ujung fiber
4. Sensor
mengonversi cahaya menjadi arus listrik
5. Nilai
daya ditampilkan di layar
Biasanya digunakan
berpasangan dengan:
- OLS (Optical Light Source) → untuk mengukur redaman (loss)
2. Fungsi
OPM
OPM memiliki beberapa
fungsi utama dalam instalasi dan maintenance jaringan fiber optik:
2.1 Mengukur
Daya Optik (Optical Power)
Mengetahui besar daya
cahaya yang diterima pada ujung fiber.
Contoh:
· Hasil
pengukuran: -18 dBm
2.2. Mengukur Loss
(Redaman)
Digunakan bersama OLS
untuk menghitung besar redaman kabel.
Rumus:
Loss (dB) = Pkirim – P terima
Contoh:
· Daya
kirim: -5 dBm
· Daya
terima: -15 dBm
· Loss
= 10 dB
2. 3.
Troubleshooting Jaringan Fiber
Untuk mendeteksi:
· Sambungan
buruk
· Konektor
kotor
· Fiber
putus
· Redaman
berlebih
2.4. Pengujian
Instalasi Baru
Memastikan jaringan
memenuhi standar sebelum diserahkan ke pelanggan.
3. Satuan
Pengukuran OPM
3.1 dBm
Satuan logaritmik
terhadap 1 mW.
· 0
dBm = 1 mW
· Nilai
negatif → daya kecil
· Nilai
positif → daya besar
3.2 mW
(milliwatt)
Satuan daya absolut.
Hubungan:
dBm = 10 Log10(P(mW))
4. Panjang
Gelombang (Wavelength) Pengukuran
OPM harus disesuaikan
dengan panjang gelombang sistem.
Umumnya:
· 850
nm → Multimode
· 1310
nm → Singlemode
· 1550
nm → Singlemode jarak jauh
· 1490
nm → FTTH downstream
Jika salah memilih
wavelength, hasil pengukuran tidak akurat.
5. Parameter
Keberhasilan Hasil Pengukuran
Berikut indikator
apakah hasil pengukuran dianggap baik atau tidak:
5.1. Nilai Redaman
(Loss) Sesuai Standar
Standar umum:
|
Komponen |
|
Standar Loss |
|
Splicing |
|
≤ 0.1 – 0.3 dB |
|
Konektor |
|
≤ 0.5 dB |
|
Link FO total |
|
≤ 0.35 dB/km (SM
1310 nm) |
Jika hasil melebihi
standar → instalasi bermasalah.
5.2 Power
Receive Sesuai Spesifikasi Perangkat
Contoh standar GPON:
|
Parameter |
Nilai Normal |
|
RX ONT |
-8 s/d -28 dBm |
Jika:
· Lebih
kecil dari -28 dBm → sinyal lemah
· Lebih
besar dari -8 dBm → sinyal terlalu kuat
5.3 Stabilitas
Pembacaan
Hasil tidak
berubah-ubah drastis.
Jika angka naik
turun → kemungkinan:
· Konektor
longgar
· Fiber
kotor
· Sumber
cahaya tidak stabil
5.4 Perbandingan
dengan Perhitungan Teoritis
Loss hasil ukur harus
mendekati hasil perhitungan:
Total Loss =
(Panjang kabel × redaman/km) + Loss Konektor + Loss Splice
Jika selisih
besar → ada masalah di jalur.
6. Faktor yang
Mempengaruhi Akurasi OPM
6.1 Kebersihan
konektor
6.2 Pemilihan
wavelength
6.3 Kalibrasi
alat
6.4 Jenis
fiber (SM/MM)
6.5 Kualitas
splicing
6.6 Suhu
lingkungan
7. Contoh
Analisis Hasil Pengukuran
Misal:
· Panjang
kabel: 10 km
· Redaman
standar: 0.35 dB/km
· 2
konektor (0.5 dB)
· 4
splice (0.1 dB)
Perhitungan:
· Kabel:
10 × 0.35 = 3.5 dB
· Konektor:
1 dB
· Splice:
0.4 dB
· Total
= 4.9 dB
Jika hasil OPM
menunjukkan 5.1 dB → masih normal
Jika menunjukkan 9
dB → ada masalah
8.
Kesimpulan
8.1 OPM
adalah alat untuk mengukur daya optik pada jaringan fiber
8.2 Digunakan
untuk pengukuran power dan loss
8.3 Hasil
dinyatakan dalam dBm atau mW
8.4 Keberhasilan
pengukuran ditentukan oleh:
· Nilai
loss sesuai standar
· Power
receive sesuai spesifikasi
· Stabilitas
hasil ukur
· Kesesuaian
dengan perhitungan teoritis
BAB 4 - KODE 500 SERVER ERROR
HTTP response code
atau kode internet ini dibagi menjadi 5 kategori. Setiap kategori mewakili
jenis komunikasi yang terjadi antara web server dan client.
Ada 5 jenis kode
internet yang umum dijumpai, yaitu:
1xx
(informasi)
Server menerima
permintaan dan sedang memprosesnya.
2xx
(berhasil)
Server berhasil
menerima permintaan dan mengirimkan kembali respons yang diharapkan.
3xx (redirect)
Server memerlukan
tindakan tambahan untuk menyelesaikan permintaan karena ada perubahan pada
resource.
4xx (client
error)
Server tidak bisa
memenuhi permintaan karena sintaksis yang buruk (bad syntax).
5xx (server
error)
Server gagal memenuhi
permintaan yang valid.
Kode 500 Error
Server
Kode error internet
500-an menandakan bahwa permintaan gagal karena adanya masalah di sisi server.
Umumnya, server mengirimkan status code 500 ketika tidak bisa menemukan respons
yang lebih sesuai.
500 Internal Server
Error
Server tidak bisa
memenuhi permintaan karena kondisi yang tidak terduga.
Error ini akan muncul
di WordPress ketika plugin, tema, atau file .htaccess rusak. Kemungkinan
penyebab lainnya termasuk batas PHP yang tidak mencukupi dan versi PHP yang
tidak kompatibel.
Kalau Anda memerlukan
panduan untuk error ini, silakan baca artikel kami tentang 500
internal server error, yang juga membahas cara mengatasinya.
501 Not Implemented
Server tidak mengenali
metode permintaan atau fungsi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan.
Response code ini
adalah kebalikan dari 405 Method Not Allowed, yang menunjukkan bahwa server
mengenali fungsi yang diperlukan tapi memilih untuk tidak mendukungnya.
502 Bad Gateway
Server, yang berfungsi
sebagai proxy, tidak bisa memenuhi permintaan klien karena telah menerima
respons yang tidak valid dari server upstream.
HTTP response code ini
bisa terjadi ketika domain belum sepenuhnya dipropagasi setelah pindah ke host
baru. Terkadang, firewall mungkin menganggap permintaan tersebut sebagai
serangan pada server asal karena konfigurasi yang salah.
Kemungkinan penyebab
lainnya adalah server asal mengalami overload dan terjadi error pada browser
karena versi browser yang sudah tidak didukung, atau file corrupt di cache
browser.
Untuk mencari tahu
selengkapnya tentang kode error internet ini serta cara mengatasinya, silakan
baca artikel kami mengenai error 502 bad gateway.
503 Service
Unavailable
Server tidak bisa
menangani permintaan karena kehabisan resource atau sedang dalam maintenance.
Umumnya, server
mengirimkan kode error internet ini karena adanya masalah sementara. Respons
disertai dengan kolom header permintaan Retry-After, yang berisi perkiraan
waktu pemulihan.
Mengalami error ini?
Tenang, kami punya artikel tentang error 503
service unavailable untuk membantu Anda mencari tahu lebih lanjut
beserta cara mengatasinya.
504 Gateway Timeout
Server proxy belum
menerima respons tepat waktu yang diperlukan untuk memenuhi permintaan dari
server upstream.
Beberapa penyebab yang
paling umum meliputi konfigurasi firewall yang salah, domain yang tidak bisa
di-resolve, overload server, masalah konektivitas, PHP worker terbatas,
dan masalah DNS.
Untuk membantu Anda
mengetahui error ini lebih lanjut, kami sudah menyiapkan artikel tentang 504
gateway time-out.
505 HTTP Version
Not Supported
Server tidak mendukung
versi protokol HTTP yang digunakan dalam permintaan. Penggunaan web browser
dengan versi yang sudah tidak update biasanya menyebabkan munculnya kode error
internet ini.
Respons HTTP dengan
kode ini umumnya berisi informasi tentang protokol yang didukung oleh server.
506 Variant Also
Negotiates
Server telah
menjalankan protokol Transparent Content
Negotiation, yang meminta user agent agar memilih salah satu varian yang
didukung untuk melayani resource.
HTTP response code ini
terkadang menunjukkan ‘circular reference’. Artinya, resource varian yang
dipilih dikonfigurasi untuk terlibat dalam negosiasi konten. Akibatnya, proses
tidak diselesaikan dengan tepat.
507 Insufficient
Storage
Response code WebDAV
ini menandakan kurangnya ruang penyimpanan yang diperlukan untuk menyimpan
representasi, sehingga server tidak bisa menyelesaikan permintaan.
508 Loop Detected
Masih merupakan kode
WebDAV, error 508 Loop Detected menunjukkan bahwa server mengalami loop tak
terbatas saat memproses permintaan.
Versi lainnya disebut
“Resource limit reached”, yang berarti server tidak bisa memenuhi permintaan
karena telah melampaui batas resource yang diterapkan oleh web host.
509 Bandwidth Limit
Exceeded
Kode eror internet ini
biasanya muncul di website yang menggunakan paket shared hosting. Error 509
menunjukkan bahwa server telah melampaui batas bandwidth karena volume traffic
website yang tinggi.
510 Not Extended
Klien tidak
menggunakan ekstensi apa pun yang didukung oleh server. Respons kode ini
umumnya mencakup semua informasi yang diperlukan untuk menginformasikan
ekstensi yang diperlukan.
511 Network
Authentication Required
Kode ini dikirim oleh
proxy perantara yang mengontrol akses ke jaringan. Klien harus diautentikasi
sebelum jaringan bisa memberikan akses.
Error 511 biasanya
terjadi ketika Anda mencoba mengakses jaringan publik. Anda harus menyetujui
Ketentuan Layanan untuk mendapatkan akses.
520 Web Server
Returned an Unknown Error
Response code
Cloudflare ini menunjukkan bahwa server asal menampilkan respons kosong atau
tidak dikenal ke reverse proxy.
521 Web Server is
Down
Error 521 yang juga
merupakan kode Cloudflare ini muncul ketika server asal tidak bisa terhubung ke
reverse proxy. Masalah ini mungkin terjadi karena server web asal memblokir
koneksi dari alamat IP Cloudflare tertentu.
522 Connection
Timed Out
Cloudflare tidak bisa
menjangkau server asal untuk membuat koneksi Transmission
Control Protocol (TCP) sehingga server kehabisan waktu. Kesalahan
konfigurasi DNS adalah penyebab paling umum terjadinya error ini.
523 Origin is
Unreachable
Masih dalam kategori
error Cloudflare, kode 523 berarti Cloudflare tidak bisa menjangkau server web
asal. Error internet ini disebabkan oleh DNS record atau pengaturan server yang
salah atau tidak ditemukan.
524 A Timeout
Occurred
Cloudflare berhasil
menghubungkan TCP ke server asal, tapi reverse proxy belum menerima respons
HTTP dalam jangka waktu tertentu sehingga server kehabisan waktu.
525 SSL Handshake
Failed
Cloudflare tidak bisa
melakukan SSL
atau TLS handshake dengan server web asal. Website mungkin memiliki
sertifikat SSL yang tidak dikonfigurasi dengan benar, sehingga klien dan
server tidak bisa terhubung dengan aman.
599 Network Connect
Timeout Error
Beberapa proxy HTTP
mengirimkan response code ini ketika terjadi timeout koneksi jaringan pada
klien di depan proxy.
BAB 5 - GOOGLE COLAB
Google Colab adalah
sebuah produk dari Google yang memungkinkan kamu untuk menulis serta mengedit
program. Produk ini memang masih sangat awam bagi orang biasa karena hanya
digunakan oleh orang yang membutuhkan coding environment,
seperti para developer atau programmer.
Namun bagi kamu non
developer dan programmer yang ingin tahu apa itu Google Colab, kamu sudah ada
di artikel yang tepat! Di sini, kamu akan mengetahui pengertian Google Colab,
manfaat, hingga cara menggunakannya. Langsung simak sampai tuntas!
Apa Itu Google
Colab?
Google Colaboratory
atau Google Colab adalah executable document yang memungkinkan kamu dalam
menulis, mengedit, serta membagikan program yang sudah disimpan pada drive
maupun yang baru kamu buat. Selama menggunakan tools ini, kamu tidak perlu
menginstal software tambahan
lagi. Kamu hanya perlu akun Google untuk login dan menyimpan file Python ke
Google Drive milikmu.
Tools ini sangat cocok
digunakan bagi programmer atau pemula yang ingin belajar python.
Selain itu, seperti namanya, Google Colab juga mendukung fitur kolaborasi
dengan tim. Nantinya notebook atau dokumen yang digunakan untuk menulis program
dapat diedit bebarengan oleh tim kamu seperti halnya mengedit pada Google Docs.
Jika sebelumnya kamu
pernah mendengar Jupyter Notebook yang dijalankan pada browser, pada
dasarnya Google Colab mirip dengan itu. Tools ini memungkinkan kamu untuk
menjalankan program python tanpa perlu repot melakukan instalasi atau
mengunduh text
editor terlebih dulu. Justru, seluruh setup sepenuhnya diserahkan pada
cloud.
Baca Juga: Panduan
Dasar Text Editor Atom, Sublime, Notepad++
Manfaat Google
Colab
Setelah lebih tahu apa
itu Google Colab dan seperti apa kegunaannya, selanjutnya di bawah ini terdapat
manfaat yang ditawarkan Google Colab. Berikut beberapa manfaat Google Colab:
1. Built in machine
learning yang lengkap
Fitur built in machine
learning merupakan salah satu fitur terpopuler milik Google Colab. Kamu dapat
mengimpor set data gambar, melatih pengklasifikasi gambar pada gambar tersebut,
dan mengevaluasi model.
Semuanya dapat kamu
lakukan hanya dalam beberapa baris kode saja. Nantinya, notebook colab akan
mengeksekusi kode tersebut pada server cloud
Google.
Adapun beberapa
library machine learning yang terdapat pada Colab seperti Keras, PyTorch, dan
TensorFlow. Google Colab seringkali digunakan oleh komunitas machine
learning, di antaranya untuk:
- Memulai TensorFlow
- Mengembangkan dan melatih jaringan neural
- Bereksperimen dengan TPU
- Menyebarkan riset artificial intelligence
- Membuat tutorial
2. Berbasis cloud
sehingga tidak memakan memori
Manfaat berikutnya
dari Google Colab adalah tidak memakan memori komputer. Apabila kamu
menggunakan Jupyter Notebook kamu memang tidak perlu melakukan instalasi dan
bisa langsung menulis program secara online lewat browser, namun untuk
menyimpannya kamu tetap perlu menyimpan pada memori lokal komputer.
Berbeda dengan Google
Colab, kamu dapat menuliskan programnya secara online serta menyimpannya
langsung dengan mudah pada akun Google Drive. Jadi, file kamu dapat diakses
oleh perangkat apapun dan di manapun asalkan sudah login pada Google.
Namun, jika kamu
mementingkan privasi dan keamanan, kamu dapat men-download file program
tersebut. Intinya, Google Colab memudahkan kamu karena menggunakan cloud
storage sehingga tidak harus menyimpan pada penyimpanan lokal.
Baca Juga: Apa Itu Cloud
Storage? Ini Pengertian, Jenis & Kelebihannya
3. Mempermudah
kolaborasi tim
Dalam membuat sebuah
program khususnya proyek yang cukup besar, kolaborasi antar tim tentu sangat
diperlukan. Pada Google Colab, kamu dapat melakukan hal itu karena adanya fitur
kolaborasi. Satu file dapat diakses oleh siapa saja selama email mereka sudah
ditambahkan untuk bisa mengakses.
Dengan begitu, antara
satu developer dengan
yang lain dapat saling berkolaborasi. Jika pekerjaan telah selesai, kamu
juga dapat membagikan pekerjaannya pada tim lain hanya dengan menambahkan email
mereka.
4. Fleksibel
Google Colab juga
memiliki manfaat karena sifatnya yang sangat fleksibel. Kamu tidak perlu
membuka laptop atau PC untuk bisa menjalankan source code pada notebook,
melainkan cukup menggunakan HP milikmu selama HP itu terhubung dengan akun
Google Drive.
5. Fitur TPU dan
GPU gratis
Google Research
memberikan fitur TPU dan GPU secara gratis yang dapat digunakan untuk proyek
machine learning pribadi kamu. Pada beberapa proyek, akselerasi GPU dan TPU
memberi perbedaan besar bahkan untuk proyek kecil sekalipun.
Nah, karena
menggunakan resource Google, operasi neural network optimization tidak akan
mengacaukan prosesor kamu, sehingga kipas pendingin komputer juga tidak akan
panas.
Cara Menggunakan
Google Colab
Bagaimana? Sangat
bermanfaat sekali ‘kan Google Colab, terlebih untuk kamu yang bekerja pada
bidang IT, khususnya programmer. Untuk
kamu yang berminat belajar coding khususnya python, langsung saja gunakan tools
ini.
Berikut ini Dewaweb
akan memberikan cara menggunakan Google Colab secara lengkap.
1. Buat folder pada
Google Drive
Langkah pertama
menggunakan Google Colab adalah login pada akun Google dan masuk Google Drive.
Untuk memudahkan dalam menemukan file, sebaiknya buat folder khusus terlebih
dulu. Berikut langkah membuat folder khusus:Klik tanda tambah ‘+’ > New
Folder
Selanjutnya berikan
nama folder lalu pilih ‘Create’
2. Buat notebook
Google Colab
Setelah folder
berhasil dibuat, masuk pada folder tersebut kemudian kita akan langsung membuat
notebook Google Colab. Caranya klik tanda tambah ‘+’ > More > Google
Colaboratory.
3. Tuliskan kode
program
Jika notebook berhasil
dibuat, maka akan muncul halaman editor seperti berikut.
Di sini kamu dapat
langsung menuliskan kode programnya. Kamu bisa menuliskan hingga baris
berapapun. Seperti gambar di atas contohnya kita akan menampilkan teks “hello
world”. Jangan lupa juga untuk mengganti nama file pada pojok kiri atas.
4. Jalankan kode
program
Apabila sudah selesai
menuliskan program, selanjutnya kita akan coba untuk menjalankan atau run
kode tersebut. Caranya klik Runtime > Jalankan semua, seperti pada gambar di
bawah ini.
Jika kode yang kamu
tulis tidak ada yang error, maka output akan muncul di bawahnya, lalu di bagian
kanan atas terdapat indikator resource, jika kode berhasil dijalankan maka
tandanya akan bercentang hijau.
Nah, itulah cara
menggunakan Google Colab lewat drive cukup mudah bukan?
BAB 6 - PING
Selain
menggunakan Command
Tracert, PING adalah salah satu perintah yang dapat Anda gunakan untuk
menganalisa kemungkinan-kemungkinan penyebab Anda tidak bisa mengakses suatu
website. Lalu apa itu ping dan bagaimana cara menggunakannya?
Di artikel ini kami
akan membahas secara lengkap tentang apa itu ping, pengertian, fungsi dan cara
melakukan ping di Windows, Ubuntu, dan juga Mac OS. Ikuti artikel kami
selengkapnya.
Apa itu PING?
Packet Internet
Gopher atau yang
disingkat menjadi PING adalah perintah untuk melakukan pengecekan response
server dan client dalam sebuah jaringan internet. Istilah ping merujuk pada
fungsi dasar dari perangkat lunak ini, yaitu mengirimkan permintaan sederhana
ke sebuah alamat IP atau nama host tertentu dan kemudian menerima balasan.
Dengan menggunakan
perintah ping, Anda dapat mengukur waktu yang dibutuhkan dari koneksi anda ke
server tujuan, hingga akhirnya kembali ke device yang Anda gunakan. Proses ini
membantu mengidentifikasi apakah suatu host atau server dapat dijangkau
dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapainya.
Fungsi PING
Perintah ping ternyata
memiliki beberapa kegunaan. Berikut adalah informasi yang dapat Anda ketahui
dengan menggunakan perintah ping.
1. Mengetahui
status up/down komputer atau server tujuan dalam jaringan
Kita dapat mengecek
apakah sebuah komputer atau server dalam keadaan up/down dengan menggunakan
perintah PING. Jika komputer tersebut memberikan respons terhadap perintah PING
yang kita berikan maka dikatakan bahwa komputer/ server tersebut dalam keadaa up
(hidup).
2. Memonitor
availability status komputer dalam jaringan
PING dapat digunakan
sebagai tool monitoring availability komputer dalam jaringan. Salah satu cara
mengukur indikator kualitas jaringan yaitu dengan melakukan PING secara
periodik pada komputer/ server yang dituju. Semakin kecil downtime, semakin
bagus kualitas jaringan tersebut.
3. Mengetahui
responsivitas komunikasi sebuah jaringan
Besarnya nilai delay
atau latency yang dilaporkan oleh PING menjadi indikasi seberapa responsif
komunikasi terjadi dengan komputer yang dituju. Semakin besar nilai delay
menunjukkan semakin lamban respons yang diberikan. Sehingga nilai delay ini
juga bisa digunakan sebagai indikator kualitas jaringan.
4. Ping digunakan
untuk mengecek propagasi DNS
Setiap perubahan DNS
atau name server domain, maka akan terjadi waktu tunggu atau yang sering
disebut dengan propagasi DNS.
Dengan melakukan ping
ke domainnya, Anda akan mengetahui apakah saat ini dari koneksi internet Anda
masih propagasi atau sudah selesai. Bila hasil ping nya sudah reply dari ip
server tujuan, maka propagasi sudah selesai.
Cara Melakukan PING
Setelah mengetahui apa
itu ping dan kegunaannya, selanjutnya mari mempelajari cara melakukan ping di
Windows, Ubuntu, ataupun Mac OS.
Cara PING di
Windows
Di Windows, untuk
melakukan ping menggunakan aplikasi command prompt (CMD). Berikut ini adalah
contoh Cara melakukan PING pada Windows ;
1. Klik Start =>
Run.
2. Setelah muncul
pop up ketikkan => CMD
3. Lalu munculah
gambar seperti di bawah ini , kemudian anda tinggal ketikkan –> ping (spasi)
namaDomainAnda
Sebagai contoh, saya
ingin melakukan ping ke website detik.com, maka perintah ping nya adalah
seperti screenshot berikut.
Cara PING di Ubuntu
- Klik Logo Ubuntu.
- Ketikkan Terminal, lalu Enter.
- Ketikkan perintah : ping namaDomainAnda
Pada contoh berikut
kami melakukan ke website detik.com. Maka perintahnya adalah ping detik.com
4. Supaya perintah
ping nya berhenti, tekan CTRL + C pada keyboard.
Cara Ping di Mac OS
- Tekan tombol Command + Space.
- Ketikkan Terminal, lalu Enter.
- Ketikkan perintah : ping namaDomainAnda
Pada contoh berikut
kami melakukan ke website detik.com. Maka perintahnya adalah ping detik.com
4. Supaya perintah
ping nya berhenti, tekan CTRL + C pada keyboard.
Perhatikan hasil
pingnya :
Reply :
Menunjukkan bahwa
koneksi yang anda gunakan terhubung dengan server tujuan. Disana akan terlihat
juga IP server tujuan.
Request time out
:
Ada gangguan pada
koneksi, seperti kurang stabilnya koneksi yang digunakan, atau IP Public
terblock oleh Firewall server.
Destination host
unreachable :
Kemungkinan modem
belum tersambung ke jaringan internet, atau kendala DNS.
Parameter Perintah
PING
Contoh penggunaan
parameter lain pada perintah PING adalah sebagai berikut.
ping -t
Apabila Anda ingin
melakukan ping secara terus menerus, maka Anda bisa menambahkan perintah -t.
Contohnya ping detik.com -t .Untuk menghentikannya, tekan CTRL + C pada
keyboard.
ping -a
Parameter ini
digunakan untuk melihat hostname dari komputer tujuan. Sebagai contoh, saat
Anda mengetikkan ping -a 74.125.24.100 akan menampilkan hostname dari
Google.com.
ping -n count
Parameter ini
digunakan untuk melakukan ping sebanyak parameter yang diisi. Sebagai contoh
bila Anda ingin ping ke google.com selama 7 kali, maka perintahnya ping -n 7
google.com
ping -l 1000
Parameter ini
digunakan untuk menentukan besarnya paket yang dikirim ke server tujuan.
Sebagai contoh, ping -l 1000 google.com
Kesimpulan
PING adalah singkatan
dari Packet Internet Gopher yaitu perintah untuk melakukan pengecekan response
server dan client dalam sebuah jaringan internet. Dengan perintah PING, Anda
dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan dari koneksi anda ke server tujuan, hingga
akhirnya kembali ke device yang Anda gunakan.
Selain itu, PING juga
dapat Anda gunakan untuk melihat status UP/Down pada sisi koneksi internet Anda
atau kegagalan akses dari koneksi anda ke server tujuan.
Jika hasil ping Anda
ke domain tujuan mengalami RTO, maka Anda dapat melakukan restart koneksi
internet yang digunakan terlebih dahulu. Namun jika setelah restart masih
mengalami kendala, Anda dapat melakukan tracert untuk melihat lalu lintas
koneksi Anda ke server. Dari trace router, Anda dapat menganalisa kendala
terjadi dari sisi koneksi internet yang digunakan, atau dari server tujuannya.
BAB 7 - ARSITEKTUR LOGIK JARINGAN
FDDI (Fiber
Distributed-Data Interface)
FDDI merupakan standar
komunikasi data dengan menggunakan fiber optic yang panjangnya sampai dengan
200 km.
Protokol FDDI berbasis
pada protokol Token Ring yang terdiri dari dua Token Ring, yang satu ring
berfungsi sebagai ring backup jika seandainya ada ring dari dua ring tersebut
yang putus atau saat mengalami masalah kegagalan dalam bekerja.
Pada sebuah ring FDDI
memiliki kecepatan 100 Mbps.
Token Ring
Token ring merupakan
cara akses pada jaringan yang berbasis teknologi ring (gelang), token ring
memiliki kemampuan dalam pengiriman data dengan kecepatan 4 Mbps dan kemudian
meningkat menjadi 16 Mbps.
Peralatan jaringan
secara fisik dengan token ring terhubung dalam konfigurasi topologi ring dimana
data akan dilewatkan dari peralatan satu ke peralatan yang lain secara
berurutan.
Ethernet
Ethernet merupakan
jenis skenario dalam perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan
komputer. Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi
paket data menjadi Ethernet frame, yakni sebagai berikut:
- Ethernet II (digunakan untuk TCP/IP,
dijelaskan pada pengertian internet menggunakan standar Internet Protocol
Suite TCP/IP).
- Ethernet 802.3 (digunakan untuk
berkomunikasi dengan Novell NetWare 3.11 dan versi sebelumnya).
- Ethernet 802.2 (digunakan untuk
konektivitas dengan Novell NetWare 3.12 dan versi selanjutnya).
- Ethernet SNAP (digunakan sebagai
kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang menjalankan TCP/IP).
Setiap format Ethernet
frame di atas tidak saling cocok/kompatibel satu dengan lainnya sehingga cukup
menyulitkan dalam instalasi jaringan yang bersifat heterogen. Untuk mengatasi
masalah tersebut maka lakukan konfigurasi terhadap protokol yang digunakan
melalui sistem operasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar