Saat pertama kali menggunakan linux terutama CLI (Command Line Interface) anda perlu memahami tentang perintah-perintah pada terminal, namun jika ingin mempelajari nya lebih lanjut ada baiknya anda harus mengetahui apa itu file hierarki pada linux.
File Hierarki adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengorganisir file pada partisi harddisk sebagai media penyimpanan data. dengan begitu kita dapat menyimpan data, mengelompokkan, menyusun penyimpanan file sesuai keinginan kita.
Direktori /bin
Direktori ini berisi perintah-perintah yang dibutuhkan oleh user, program disini dapat dijalankan meskipun tidak ada sistem file lain yang tidak dimount. /bin ini memiliki struktur file dibawah nya lagi
Direktori /boot/
Berisi Program & Data yang dibutuhkan saat melakukan Booting, jika pada file ini mengalami corrupt atau terhapus maka otomatis PC tidak akan booting Linux yang digunakan.
Direktori /dev/
Direktori tempat file device, jika anda ingin melakukan mounting maka file yang dilalui akan melaui Direktori /dev/ dan pada saat ingin meliat media tersebut berada di file /media/
Direktori /etc/
File yang berisi Konfigurasi Sistem, pada Direktori ini biasanya saat ingin mengInstall aplikasi tambahan seperti Bind9, DHCP3-Server, Squid, Mail dll maka Direktori yang dituju adalah /etc
Direktori /home
Directory untuk setiap user yang terdaftar di dalam sistem. di dalam directory masing-masing user, dapat dibuat konfigurasi yang spesifik untuk user bersangkutan. jadi setiap user yang terdaftar secara otomatis akan dibuatkan di /home
Directory /lib
Berisi pustaka bersama yang digunakan secara bersama-sama oleh satu pihak program atau lebih kadangkala satu file Library digunakan oleh beberapa aplikasi secara bersama. standar pustaka yang dibutuhkan dapat merujuk pada LSB.
Direktori /proc/
Yaitu file System untuk menjalankan Proses filesystem virtual dukumentasi kernel dan proces status seperti file text.
Direktori /opt/
Berisi paket aplikasi tambahan yang diInstall kedalam System dan tambahan (add-on), biasanya berupa aplikasi biner/ propiertary. struktur diretorynya sama dengan struktur yang dibutuhkan oleh sistem. direktory ini untuk menampung provider-provider aplikasi, yang ingin menyertakan program binernya ke dalam sistem linux.
Direktori /mnt/
Direktori tempat pengaitan Sistem sementara, contoh jika ingin menggunakan CD Drive, maka masukan terlebih dahulu Kepingan CD kedalam CD-Room, lalu pada terminal lakukan mount dengan mengetikan perintah mount /dev/sr0
Direktori /media/
Yaitu saat anda memasang flashdisk ke Komputer anda, anda bisa menemukan Direktori flashdisk di /media/, karena Direktori berisi media yang bisa dibongkar pasang di Komputer
Direktori /sys/
Direktori yang berisi Informasi dengan Kernel, Device, Firmware, untuk memudahkan mengingat , Direktori ini dianggap kependekan dari System
Direktori /sbin/
Direktori yang berisi file-file biner yang esensinya untuk Sistem, dan mengendalikan System, file-file biner atau bisa dianggap aplikasi System ini dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak.
Kepanjangan dari sbin adalah “System Binary” file-file biner yang ada di /sbin ada fastboot, fasthalt, fdisk, fsck, fsck.*, getty, halt, iconfig, init, mkfs, mkfs.*, mkfswap, reboot, route, swapon, swaporf, update.
Direktori /usr/
Sebuah Sub-Hirarki dari root system disimpan kedalam /usr, didalam /usr/ tersimpan aplikasi dan utility yang spesifik dengan user, jika kita melihat dalam Direktori /usr/ maka akan menemukan Direktori lain yaitu /bin/, /games/, /bin/ dll, dan jika pengguna termasuk orang yang sering menambah Aplikasi lain diluar bawaan paket, ada baiknya partisi /usr/ diberikan partisi sendiri.
Direktori /tmp/
Merupakan file system yang menyimpang file sementara bedanya /var/tmp/ dengan /tmp/ yaitu /var/tmp/ saat reboot tidak akan dibersihkan oleh system
Direktori /usr/share/
Merupakan tempat menyimpan data-daya yang bisa dibagikan dan tidak terikat dengan platform.
Direktori /usr/src/
Tempat menyimpan souce code dari aplikasi
Direktori /usr/incude/
Direktori tempat tersimpannya file header dari Compiler C, file ini mendefinisikan struktur konstanta, dalam direktori ini juga terdapat header compiler C++
Direktori /usr/local/
Tempat tersimpannya Aplikasi yang terinstall dan file yang digunakan untuk local machine, pada jaringan besar /usr/ lokasi fisiknya terletak di Komputer berbeda dan dibagikan kedalam jaringan untuk di Mount ke dalam /usr/, pada jaringan local biasanya terdapat di /usr/local/, sebagai tambahan jika Aplikasi yang umum tersimpan kedalam /usr/bin/ maka aplikasi yang sifatnya tersimpan dalam /usr/local/bin/
Direktori /lost/found/
yaitu di Direktori ini tempat menyimpan file yang berhasil di recover saat system crash
Perintah Dasar Linux hingga Advanced: Panduan Lengkap Command Line
Pelajari Linux command line dari navigasi direktori, manajemen file,
administrasi sistem, jaringan, keamanan, hingga otomatisasi pekerjaan.
Dilengkapi fungsi, sintaks, dan contoh yang bisa langsung dipraktikkan.
BeginnerIntermediateAdvancedSysadmin & Networking
Kategori: Linux & Networking · Waktu baca: sekitar 15–20 menit
Command line atau command-line interface (CLI) merupakan salah satu
cara utama untuk berinteraksi dengan sistem operasi Linux. Melalui terminal,
pengguna dapat mengelola file, memasang aplikasi, memeriksa jaringan,
mengatur hak akses, menjalankan layanan, dan melakukan troubleshooting
tanpa harus bergantung pada antarmuka grafis.
Kemampuan menggunakan terminal sangat bermanfaat bagi pelajar Teknik
Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), administrator sistem,
network engineer, developer, serta siapa pun yang ingin memahami
cara kerja Linux dan server.
Tujuan artikel: memahami bukan hanya nama perintah,
tetapi juga kapan perintah tersebut digunakan, bagaimana sintaksnya,
serta risiko yang perlu diperhatikan sebelum mengeksekusinya.
1. Mengenal Command Line Linux
Terminal adalah aplikasi untuk memasukkan perintah, sedangkan shell
merupakan program yang membaca dan menjalankan perintah tersebut.
Contoh shell yang populer adalah Bash dan Zsh.
Memahami struktur perintah
command [options] [arguments]
command: program atau perintah yang dijalankan.
options: pilihan untuk mengatur perilaku perintah.
arguments: target atau data yang diproses.
Contoh:
ls -lah /var/log
ls menampilkan isi direktori, -l menampilkan
format terperinci, -a menyertakan file tersembunyi,
-h membuat ukuran lebih mudah dibaca, dan
/var/log adalah lokasi yang diperiksa.
Catatan penting sebelum mulai
Linux membedakan huruf besar dan kecil, misalnya File.txt dan file.txt.
Simbol / digunakan sebagai pemisah direktori.
Gunakan tombol Tab untuk melengkapi nama file atau perintah.
Gunakan tombol panah atas untuk memanggil perintah sebelumnya.
Perintah yang tersedia dapat berbeda antar-distribusi Linux.
2. Perintah Dasar dan Navigasi Direktori
Bagian ini berisi perintah yang paling sering digunakan saat pertama kali bekerja dengan terminal Linux.
Perintah
Fungsi
Contoh
pwd
Menampilkan direktori kerja saat ini.
pwd
ls
Menampilkan isi direktori.
ls
ls -lah
Menampilkan file tersembunyi, permission, pemilik, dan ukuran yang mudah dibaca.
ls -lah /home
cd
Berpindah ke direktori home pengguna.
cd
cd ..
Berpindah ke direktori induk.
cd ..
cd -
Kembali ke direktori kerja sebelumnya.
cd -
cd /var/log
Berpindah menggunakan path absolut.
cd /var/log
clear
Membersihkan tampilan terminal.
clear
whoami
Menampilkan nama pengguna efektif saat ini.
whoami
id
Melihat UID, GID, dan grup pengguna.
id
date
Menampilkan tanggal dan waktu sistem.
date
cal
Menampilkan kalender jika utilitas tersedia.
cal
history
Menampilkan riwayat perintah shell.
history
man
Membuka manual suatu perintah.
man ls
command --help
Menampilkan bantuan ringkas, jika didukung.
ip --help
type
Memeriksa jenis perintah dan lokasinya.
type cd
which
Mencari lokasi executable melalui PATH.
which python3
exit
Keluar dari shell saat ini.
exit
Contoh navigasi sederhana
pwd
ls -lah
cd /etc
pwd
cd -
history
Catatan: tombol Q biasanya digunakan untuk keluar dari tampilan manual atau pager seperti less.
3. Manajemen File dan Direktori
Perintah berikut digunakan untuk membuat, menyalin, memindahkan, mencari, dan menghapus file maupun direktori.
Perintah
Fungsi
Contoh
mkdir
Membuat direktori.
mkdir gambar
mkdir -p
Membuat direktori bertingkat sekaligus.
mkdir -p proyek/src/css
touch
Membuat file kosong atau memperbarui timestamp.
touch catatan.txt
cp
Menyalin file.
cp a.txt b.txt
cp -r
Menyalin direktori beserta isinya.
cp -r sumber/ salinan/
mv
Memindahkan atau mengganti nama file.
mv lama.txt baru.txt
rm
Menghapus file.
rm catatan.txt
rmdir
Menghapus direktori kosong.
rmdir folder_kosong
rm -r
Menghapus direktori beserta isinya secara rekursif.
rm -r folder_uji
file
Mendeteksi jenis file.
file dokumen.bin
stat
Melihat metadata file.
stat catatan.txt
find
Mencari file berdasarkan nama atau kriteria.
find . -name "*.log"
locate
Mencari path melalui database indeks jika tersedia.
Perhatian: hindari menjalankan
rm -rf dengan target yang belum diperiksa. Perintah
penghapusan rekursif dapat menghilangkan banyak file sekaligus.
Menambahkan sudo tidak membuatnya lebih aman.
4. Membaca dan Mengolah Teks
Perintah ini berguna untuk membaca konfigurasi, memeriksa log, mencari pola, serta mengolah keluaran program.
Perintah
Fungsi
Contoh
cat
Menampilkan atau menggabungkan isi file.
cat catatan.txt
less
Membaca file panjang dengan navigasi.
less /var/log/syslog
head
Menampilkan bagian awal file.
head -n 20 file.txt
tail
Menampilkan bagian akhir file.
tail -n 50 file.log
tail -f
Mengikuti penambahan baris log secara langsung.
tail -f aplikasi.log
grep
Mencari baris yang cocok dengan pola.
grep "error" file.log
grep -r
Mencari pola dalam file di direktori secara rekursif.
Opsi -i mengabaikan perbedaan huruf besar dan kecil,
sedangkan -n menampilkan nomor baris. Pada file log yang
terus diperbarui, tail -f dapat membantu mengamati
kejadian terbaru.
5. User, Permission, dan Keamanan
Linux memiliki sistem pengguna dan permission untuk membatasi siapa yang dapat membaca, menulis, atau mengeksekusi file.
Perintah
Fungsi
Contoh
sudo
Menjalankan perintah dengan hak administratif yang diizinkan.
sudo apt update
sudo -i
Membuka shell login sebagai root jika diizinkan.
sudo -i
su
Beralih ke pengguna lain.
su - namauser
passwd
Mengubah kata sandi pengguna.
passwd
useradd
Membuat akun pengguna dengan opsi yang ditentukan.
755 berarti pemilik memiliki hak penuh, sedangkan grup dan
pengguna lain memiliki hak baca dan eksekusi. 640 berarti
pemilik dapat membaca dan menulis, grup hanya membaca, dan pengguna lain
tidak memiliki hak akses.
Prinsip keamanan: hindari menggunakan
chmod 777 sebagai solusi umum. Berikan izin minimum yang
diperlukan. Perintah sudo su memang sering dijumpai,
tetapi sudo untuk perintah tertentu atau sudo -i
yang digunakan secara sadar biasanya lebih mudah dikendalikan.
6. Package Manager dan Instalasi Aplikasi
Package manager membantu mengunduh, memasang, memperbarui, dan menghapus aplikasi serta dependensinya.
Gunakan package manager yang sesuai dengan distribusi. Jangan mencampur repositori atau paket dari distribusi berbeda tanpa memahami dampaknya.
7. Proses dan Monitoring Sistem
Gunakan perintah berikut untuk memeriksa beban CPU, penggunaan memori, proses aktif, dan program yang berjalan di latar belakang.
Perintah
Fungsi
Contoh
top
Memantau proses dan penggunaan sumber daya secara langsung.
top
htop
Monitor proses interaktif jika terpasang.
htop
ps
Menampilkan snapshot proses.
ps aux
pgrep
Mencari PID berdasarkan nama atau pola.
pgrep nginx
pidof
Mencari PID program berdasarkan nama.
pidof sshd
kill
Mengirim sinyal ke proses berdasarkan PID.
kill 1234
killall
Mengirim sinyal ke proses berdasarkan nama.
killall program
free -h
Melihat penggunaan RAM dan swap.
free -h
uptime
Melihat lama sistem berjalan dan load average.
uptime
nice
Menjalankan program dengan nilai prioritas penjadwalan tertentu.
nice -n 10 command
renice
Mengubah nilai nice proses yang berjalan.
renice 10 -p 1234
jobs
Melihat pekerjaan latar belakang shell saat ini.
jobs
bg
Melanjutkan job yang ditangguhkan di latar belakang.
bg %1
fg
Mengembalikan job ke foreground.
fg %1
watch
Menjalankan ulang perintah berkala untuk memantau perubahan.
watch -n 2 free -h
vmstat
Melihat statistik memori virtual, proses, dan sistem.
vmstat 2
Menghentikan proses dengan benar
pgrep -a nginx
ps aux | grep nginx
kill 1234
kill -TERM 1234
Sinyal default kill adalah SIGTERM, yang meminta proses
berhenti secara normal. Gunakan kill -KILL 1234 hanya
jika diperlukan, karena proses tidak diberi kesempatan menangani
penghentian tersebut.
8. Perintah Jaringan dan Konektivitas
Bagian ini sangat berguna untuk praktik jaringan, konfigurasi server,
pengecekan koneksi internet, dan troubleshooting layanan.
Perintah
Fungsi
Contoh
ip addr
Melihat alamat IP pada interface.
ip addr show
ip link
Melihat status dan informasi interface jaringan.
ip link show
ip route
Melihat tabel routing.
ip route
ip neigh
Melihat cache neighbor seperti pemetaan IPv4 ke MAC melalui ARP.
ip neigh show
ping
Menguji keterjangkauan host melalui ICMP jika diizinkan.
ping -c 4 8.8.8.8
traceroute
Melacak hop menuju tujuan jika tersedia.
traceroute example.com
tracepath
Melacak jalur jaringan pada sistem yang mendukungnya.
tracepath example.com
ss
Melihat socket dan koneksi jaringan.
ss -tuln
ss -tpn
Melihat koneksi TCP, PID/program jika diizinkan, dan port numerik.
sudo ss -tpn
curl
Menguji HTTP dan mengirim atau menerima data URL.
curl -I https://example.com
wget
Mengunduh file atau mengambil sumber melalui URL.
wget https://example.com/file.zip
dig
Memeriksa DNS record.
dig example.com A
nslookup
Melakukan pencarian DNS.
nslookup example.com
host
Melakukan lookup DNS sederhana.
host example.com
hostname
Melihat atau mengatur hostname sistem.
hostname
hostname -I
Menampilkan alamat IP yang terpasang pada host di Linux yang mendukung opsi ini.
hostname -I
nmcli
Mengelola atau memeriksa koneksi melalui NetworkManager.
nmcli device status
ethtool
Melihat informasi interface Ethernet jika didukung.
sudo ethtool eth0
tcpdump
Menganalisis paket jaringan dari interface.
sudo tcpdump -i any
nft
Memeriksa atau mengelola aturan firewall berbasis nftables.
sudo nft list ruleset
ufw
Mengelola firewall sederhana pada sistem yang memakai UFW.
sudo ufw status
Contoh troubleshooting jaringan bertahap
# 1. Periksa alamat IP
ip addr
# 2. Periksa routing
ip route
# 3. Uji konektivitas ke IP publik
ping -c 4 1.1.1.1
# 4. Uji resolusi DNS
dig example.com
# 5. Periksa respons HTTP
curl -I https://example.com
# 6. Periksa port yang sedang listening
sudo ss -tulnp
Tips troubleshooting: jika ping ke IP berhasil tetapi
domain tidak bisa diakses, periksa DNS. Namun, kegagalan ping tidak
selalu berarti koneksi terputus karena ICMP dapat diblokir oleh firewall
atau host tujuan.
Memahami opsi penting pada ss
-t: menampilkan socket TCP.
-u: menampilkan socket UDP.
-l: menampilkan socket yang sedang listening.
-n: menampilkan alamat dan port numerik.
-p: menampilkan informasi proses jika izin mencukupi.
9. Disk, Filesystem, dan Arsip
Gunakan perintah ini untuk memeriksa kapasitas penyimpanan, perangkat blok, mount point, dan arsip.
Perintah
Fungsi
Contoh
df -h
Melihat kapasitas filesystem yang terpasang.
df -h
du -sh
Melihat total ukuran sebuah direktori.
du -sh /var/log
du -ah
Menampilkan ukuran file dan direktori secara rekursif.
du -ah .
lsblk
Melihat perangkat blok dan partisi.
lsblk -f
blkid
Melihat UUID dan tipe filesystem yang dikenali.
sudo blkid
findmnt
Melihat informasi mount point.
findmnt
mount
Melihat atau memasang filesystem.
mount
umount
Melepas filesystem yang sedang terpasang.
sudo umount /mnt/data
sync
Meminta data tertunda ditulis ke penyimpanan.
sync
tar -czf
Membuat arsip tar terkompresi gzip.
tar -czf backup.tar.gz folder/
tar -xzf
Mengekstrak arsip tar gzip.
tar -xzf backup.tar.gz
tar -tf
Melihat daftar isi arsip tanpa mengekstraknya.
tar -tf backup.tar.gz
gzip
Mengompres file dengan gzip.
gzip file.log
gunzip
Mengekstrak file gzip.
gunzip file.log.gz
zip
Membuat arsip ZIP jika utilitas tersedia.
zip -r backup.zip folder/
unzip
Mengekstrak arsip ZIP.
unzip backup.zip
rsync
Menyinkronkan file dan direktori secara efisien.
rsync -av sumber/ tujuan/
Memeriksa ruang penyimpanan
df -h
lsblk -f
du -sh /var/log
du -sh /home/* 2>/dev/null
df menampilkan penggunaan kapasitas filesystem, sedangkan
du menghitung penggunaan ruang oleh file dan direktori.
Keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda ketika disk hampir penuh.
Perintah mount, umount, dan pengelolaan
partisi perlu dilakukan dengan hati-hati. Pastikan target perangkat
benar dan tidak sedang digunakan sebelum mengubah filesystem.
10. Service, Log, dan Troubleshooting
Pada server Linux modern, systemd umum digunakan untuk mengelola layanan dan proses saat boot.
Perintah
Fungsi
Contoh
systemctl status
Memeriksa status service.
systemctl status nginx
systemctl start
Menjalankan service.
sudo systemctl start nginx
systemctl stop
Menghentikan service.
sudo systemctl stop nginx
systemctl restart
Menghentikan dan menjalankan ulang service.
sudo systemctl restart nginx
systemctl reload
Meminta service memuat ulang konfigurasi jika didukung.
sudo systemctl reload nginx
systemctl enable
Mengatur service agar diaktifkan saat boot.
sudo systemctl enable nginx
systemctl disable
Menghapus pengaktifan otomatis saat boot.
sudo systemctl disable nginx
systemctl list-units
Melihat unit systemd yang dimuat.
systemctl list-units --type=service
journalctl
Membaca log systemd journal.
journalctl -b
journalctl -u
Memfilter log berdasarkan service.
journalctl -u nginx
journalctl -f
Mengikuti log baru secara langsung.
journalctl -u nginx -f
dmesg
Melihat pesan kernel.
dmesg -T
uname
Menampilkan informasi kernel.
uname -a
lsb_release
Menampilkan informasi distribusi jika tersedia.
lsb_release -a
timedatectl
Memeriksa waktu dan konfigurasi zona waktu systemd.
timedatectl
systemctl reboot
Memulai ulang sistem melalui systemd.
sudo systemctl reboot
shutdown
Menjadwalkan atau menjalankan shutdown.
sudo shutdown -h now
Alur memeriksa layanan yang bermasalah
sudo systemctl status nginx
sudo nginx -t
sudo journalctl -u nginx -n 100 --no-pager
sudo ss -tulnp
Jika Nginx gagal berjalan, periksa status layanan, validasi sintaks
konfigurasi menggunakan nginx -t, baca log, kemudian
periksa apakah port yang diperlukan sudah digunakan program lain.
Beberapa perintah, seperti nginx, lsb_release, dan systemctl, mungkin
tidak tersedia pada semua distribusi atau lingkungan minimal.
11. SSH, Transfer File, dan Remote Server
Perintah berikut membantu mengakses server jarak jauh dan memindahkan data antarperangkat.
Perintah
Fungsi
Contoh
ssh
Mengakses shell server melalui SSH.
ssh user@192.168.1.10
ssh -p
Menghubungkan SSH pada port tertentu.
ssh -p 2222 user@server
ssh-keygen
Membuat pasangan kunci SSH.
ssh-keygen -t ed25519
ssh-copy-id
Memasang public key pada akun server jika didukung.
# Mengakses server
ssh siswa@192.168.1.10
# Mengirim file ke server
scp laporan.txt siswa@192.168.1.10:/home/siswa/
# Mengambil file dari server
scp siswa@192.168.1.10:/home/siswa/laporan.txt .
# Menyinkronkan direktori
rsync -av -e ssh website/ siswa@192.168.1.10:/var/www/website/
Pastikan alamat host dan akun tujuan benar sebelum mentransfer file.
Jangan membagikan private key SSH. Periksa juga opsi sinkronisasi sebelum
menggunakannya pada direktori produksi.
12. Perintah Advanced dan Otomatisasi
Setelah memahami perintah dasar, pengguna dapat memanfaatkan utilitas
lanjutan untuk pencarian sistem, analisis resource, penjadwalan tugas,
serta otomatisasi administrasi.
12.1 Pencarian dan analisis sistem
Perintah
Fungsi
Contoh
find
Mencari file berdasarkan nama, tipe, ukuran, waktu, atau kriteria lainnya.
find /var/log -type f -name "*.log"
find -size
Mencari file berdasarkan ukuran.
find . -type f -size +100M
xargs
Meneruskan input menjadi argumen perintah lain.
printf '%s\n' a.txt b.txt | xargs -r ls -l
lsof
Melihat file terbuka oleh proses jika tersedia.
sudo lsof -i :80
fuser
Mengidentifikasi proses yang menggunakan file atau resource tertentu.
sudo fuser -v /var/log
strace
Menelusuri system call suatu program untuk debugging.
strace -o trace.log command
time
Mengukur waktu eksekusi perintah.
time find . -type f
timeout
Membatasi durasi eksekusi perintah.
timeout 10s ping -c 100 1.1.1.1
watch
Memantau perubahan hasil perintah berkala.
watch -n 5 'df -h'
12.2 Shell dan environment
Perintah
Fungsi
Contoh
env
Menampilkan environment variable.
env
printenv
Menampilkan environment variable tertentu.
printenv PATH
export
Mengekspor variabel ke lingkungan proses berikutnya.
export APP_ENV=development
alias
Membuat singkatan perintah pada shell yang mendukungnya.
alias ll='ls -lah'
source
Membaca dan menjalankan file pada shell saat ini.
source ~/.bashrc
set
Melihat atau mengubah opsi shell dan variabel.
set -o
ulimit
Melihat atau mengatur batas resource pada shell.
ulimit -a
crontab
Mengelola jadwal pekerjaan cron pengguna.
crontab -e
at
Menjadwalkan pekerjaan satu kali jika layanan tersedia.
at now + 5 minutes
bash -n
Memeriksa sintaks skrip Bash tanpa menjalankannya.
bash -n backup.sh
bash -x
Menjalankan skrip dengan pelacakan perintah untuk debugging.
bash -x backup.sh
12.3 Informasi perangkat keras dan kernel
Perintah
Fungsi
Contoh
lscpu
Menampilkan informasi CPU.
lscpu
lsmem
Menampilkan rentang memori sistem jika tersedia.
lsmem
lspci
Menampilkan perangkat pada bus PCI.
lspci
lsusb
Menampilkan perangkat USB.
lsusb
lshw
Menampilkan informasi perangkat keras jika terpasang.
sudo lshw -short
modinfo
Menampilkan informasi modul kernel.
modinfo e1000
lsmod
Menampilkan modul kernel yang sedang dimuat.
lsmod
modprobe
Memuat atau menghapus modul kernel sesuai opsi.
sudo modprobe modul
sysctl
Membaca atau mengubah parameter kernel.
sysctl net.ipv4.ip_forward
Perintah seperti modprobe dan sysctl -w
dapat memengaruhi perilaku sistem. Jangan mengubah parameter kernel
pada server produksi tanpa memahami konsekuensinya.
13. Operator dan Kombinasi Command
Salah satu kemampuan penting pengguna Linux tingkat lanjut adalah
menggabungkan beberapa perintah menggunakan operator shell dan pipeline.
Operator
Fungsi
Contoh
|
Mengirim output perintah pertama menjadi input perintah berikutnya.
ps aux | grep nginx
&&
Menjalankan perintah kedua jika perintah pertama berhasil.
mkdir backup && cd backup
||
Menjalankan perintah kedua jika perintah pertama gagal.
ping -c 1 host || echo "Gagal"
;
Menjalankan perintah berikutnya setelah perintah sebelumnya selesai.
pwd; ls
>
Mengarahkan output standar ke file dan menimpa isi sebelumnya.
echo "Halo" > file.txt
>>
Menambahkan output standar ke akhir file.
echo "Baris baru" >> file.txt
2>
Mengarahkan output error standar ke file.
command 2> error.log
2>&1
Mengarahkan stderr ke tujuan stdout saat itu.
command > output.log 2>&1
&
Menjalankan pekerjaan di latar belakang shell.
sleep 60 &
$?
Memeriksa status keluar perintah sebelumnya.
echo $?
$HOME
Referensi variabel direktori home pengguna.
cd "$HOME"
Contoh kombinasi yang berguna
1. Mencari proses tertentu
ps aux | grep '[n]ginx'
2. Menghitung jumlah file log
find /var/log -type f -name "*.log" | wc -l
3. Menyimpan output dan error ke file yang sama
command > hasil.log 2>&1
4. Menjalankan langkah berikutnya hanya jika berhasil
sudo nginx -t && sudo systemctl reload nginx
5. Membuat arsip beserta catatan waktu
tar -czf "backup-$(date +%F).tar.gz" dokumen/
Redirection menggunakan > akan menimpa file tujuan.
Periksa nama file terlebih dahulu. Untuk operasi penting, uji perintah
dengan data contoh sebelum menggunakannya pada file sebenarnya.
14. Tips Belajar Linux Command Line
14.1 Gunakan manual dan dokumentasi
man grep
grep --help
info coreutils
Tidak perlu menghafal semua opsi. Biasakan membaca dokumentasi saat
menemukan perintah baru. Tidak semua utilitas menyediakan
--help atau halaman info.
Root merupakan akun dengan hak istimewa sangat luas. Gunakan akun biasa
untuk pekerjaan sehari-hari dan tambahkan sudo hanya ketika
operasi memang memerlukan hak administratif.
Membuat filesystem baru dan dapat menghancurkan data pada perangkat target.
Verifikasi perangkat sebelum menjalankannya.
dd
Menyalin data tingkat blok; target yang salah dapat merusak data.
Periksa input dan output dengan teliti.
shutdown
Mematikan sistem dan memutus layanan yang berjalan.
Pastikan tidak ada pekerjaan penting yang terganggu.
nft / ufw
Perubahan firewall dapat memutus akses jaringan.
Siapkan akses pemulihan sebelum mengubah aturan server jarak jauh.
Kesimpulan
Linux command line merupakan keterampilan penting untuk memahami
administrasi sistem, server, jaringan komputer, dan otomatisasi.
Mulailah dari navigasi direktori dan manajemen file, kemudian lanjutkan
ke permission, proses, jaringan, service, dan scripting.
Untuk menjadi lebih mahir, praktikkan setiap perintah di lingkungan
pengujian dan pahami hasilnya. Penguasaan Linux bukan sekadar menghafal
sintaks, melainkan kemampuan memilih perintah yang tepat, membaca output,
dan menyelesaikan masalah secara sistematis.
Network Tool Hub
Referensi pembelajaran jaringan komputer, Linux, dan teknologi informasi.
Simpan artikel ini sebagai panduan saat berlatih menggunakan terminal.
Setelah mempelajari Administrasi User dengan perintah perintah :
1. Login root
2. Clear
3. Adduser
4. Logout
5. Login user
6. Userdel -r
7. Groupadd
8. Groupdel
9. Usermod
Kita lanjutkan dengan mempelajari Administrasi File di dalam Linux Debian.
Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.
1. Perintah ls /
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.
Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.
2. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.
Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.
3. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.
Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.
4. Perintah touch <nama_file>.
Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya,
5. Mengubah Hak Akses
Directory root yang baru saja kita buat dimiliki oleh user bernama root. Di kolom pertama, ada penjelasan tentang hak akses dari file atau direktori tersebut.
Terdiri dari 10 karakter,
1. Huruf d apabila direktori, - apabila file.
2. Hak akses untuk pemilik file,
r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
3. Hak akses untuk group pemilik file,
r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
4. Hak akses untuk selain pemilik dan group pemilik,
r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
Sebelumnya server Debian diinstalisasi tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI).
Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah perintah Debian CLI berikut ini.
Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah perintah berbasis CLI.
Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem.
Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu :
1. Akun utama (root), dan
2. Akun dengan nama depan tadi.
Administrasi User
1. Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login
2. Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan passwordnya
3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.
Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.
4. Perintah adduser
Perintah adduser digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.
Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.
5. Perintah logout
Ketikkan logout untuk keluar dari sesi root.
6. Masuk sebagai Pengguna yang Baru
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja dibuat, dalam kasus ini nama penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.
Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai root, prompt dari command line berbentuk
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk
Tanda ~ atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.
7. Perintah userdel -r
Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,
Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan perintah userdel –r <nama_pengguna> untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.
8. Perintah groupadd dan groupdel
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu. Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.
Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan groupdel <nama_group> digunakan untuk menghapus group yang ada. Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :
9. Perintah usermod –g <nama_group> <nama_user>
Setelah itu, gunakan perintah
Perintah di atas digunakan untuk memindahkan user ke suatu group. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.
10. Perintah ls /
Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.
Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.
11. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.
Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.
12. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.
Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.
Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya,