Selasa, 12 Mei 2026

Laporan Mikrotik absen 01 dan 08

MIKROTIK BASIC CONFIGURATION

Laporan Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox

Laporan praktikum konfigurasi dasar MikroTik meliputi reset configuration, konfigurasi interface, DHCP Client, IP Address, DHCP Server, hingga NAT Masquerade.

📘 Pendahuluan

MikroTik merupakan sistem operasi dan perangkat jaringan yang sangat populer digunakan dalam dunia networking. Router ini banyak digunakan untuk manajemen jaringan internet baik di sekolah, kantor, warnet, hingga rumah pribadi.

💡 Topologi sederhana yang digunakan:

Internet → Ether1 (WAN) → MikroTik → Ether2 (LAN) → Client
1️⃣ Login ke Winbox & Reset Configuration

Langkah pertama adalah login ke MikroTik menggunakan Winbox kemudian melakukan reset configuration.

  • Buka Winbox, masukkan IP 192.168.88.1
  • Username: admin | Password: kosong
  • Klik Connect

Setelah berhasil login, lakukan reset konfigurasi:

  • Masuk ke menu System → Reset Configuration
  • Klik Reset Configuration
  • Tunggu router restart
⚠️ Reset configuration sangat penting agar tidak terjadi konflik setting lama.
2️⃣ Konfigurasi Interface

Tahap berikutnya adalah mengganti nama interface agar lebih mudah dikenali saat proses konfigurasi jaringan.

  • Ether1 digunakan sebagai ISP/WAN
  • Ether2 digunakan sebagai Server/LAN
Konfigurasi nama interface pada MikroTik
3️⃣ IP → DHCP Client → Ether1 (ISP)

DHCP Client digunakan untuk memperoleh IP Address secara otomatis dari ISP/provider internet pada interface Ether1.

  • Masuk ke menu IP → DHCP Client
  • Pilih interface Ether1
  • Pastikan status menunjukkan “bound”
DHCP Client berhasil mendapatkan IP Address
✅ Jika status sudah “bound”, maka MikroTik berhasil terkoneksi ke internet/provider.
4️⃣ IP → Address LAN Ether2 (Server)

IP Address digunakan sebagai alamat jaringan agar perangkat dapat saling terhubung dalam satu network.

  • Masuk ke menu IP → Addresses
  • Klik tombol +
  • Masukkan IP Address
  • Pilih interface Ether2
192.168.8.1/24
Konfigurasi IP Address pada interface Ether2
5️⃣ IP → Pool

IP Pool digunakan untuk menentukan range IP Address yang akan dibagikan kepada client oleh DHCP Server.

192.168.8.2 - 192.168.8.254
Konfigurasi IP Pool DHCP Client
6️⃣ Konfigurasi DHCP Server

DHCP Server digunakan agar client mendapatkan IP Address secara otomatis.

a. IP → DHCP Server

DHCP Server berhasil dibuat

b. DHCP Setup

DHCP Setup dilakukan untuk mengatur gateway, DNS, network, dan range IP secara otomatis.

  • Masuk ke menu IP → DHCP Server
  • Klik DHCP Setup
  • Pilih interface Ether2
  • Klik Next hingga selesai
Proses DHCP Setup pada MikroTik
7️⃣ NAT → Masquerade

NAT digunakan agar jaringan lokal/client dapat mengakses internet menggunakan koneksi dari interface WAN.

  • Masuk ke menu IP → Firewall → NAT
  • Tambah rule baru
  • Pilih chain srcnat
  • Action = masquerade
Konfigurasi NAT Action Masquerade
🔥 NAT dengan action masquerade memungkinkan semua client LAN menggunakan internet dari satu IP publik.
🌐 Pengujian Koneksi

Setelah seluruh konfigurasi selesai dilakukan, tahap terakhir adalah melakukan pengujian koneksi internet.

ping 8.8.8.8

Jika reply berhasil muncul, maka konfigurasi MikroTik telah berhasil dilakukan dengan baik.

🎯 Kesimpulan

Dari hasil konfigurasi yang telah dilakukan sesuai urutan yang benar, MikroTik berhasil dikonfigurasi mulai dari login, reset configuration hingga NAT Masquerade.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laporan Mikrotik absen 01 dan 08

MIKROTIK BASIC CONFIGURATION Laporan Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox Laporan praktikum konfigurasi dasar MikroTi...