Minggu, 12 Juli 2026

Pengantar Sistem Operasi



Gambar 102 Pengantar Sistem Operasi



1. Definisi Sistem Operasi
Sistem operasi (operating system atau OS) adalah perangkat lunak yang bertugas untuk mengatur, mengendalikan perangkat keras dan memberikan kemudahan untuk pemakai dalam penggunaan komputer. 
Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software aplikasi. Layanan tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, tugas penjadwalan, dan antar-muka user. 
Bagian kode yang melakukan tugas-tugas ini dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi.
2. Ragam sistem operasi
Sistem operasi yang digunakan untuk sistem komputer umum termasuk komputer personal terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu:
2.1. Keluarga Microsoft Windows 
Sistem operasi ini meliputi :
- Windows Desktop Environment berbasis MS-DOS (versi 1.x hingga 3.x), 
- Windows berbasis GUI Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME). 
- Sistem operasi berbasis Windows NT seperti :
Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, windows server 2008, windows server 2008 R2, Windows Home Server, Windows Vista, Windows 7 (Seven) yang dirilis pada tahun 2009, Windows 8 yang dirilis pada Oktober 2012 dan Windows Orient yang akan dirilis pada tahun 2014. Keluarga Windows CE seperti windows CE 1.0-CE 6.0 dan Windows Mobile.

2.2. Keluarga Unix. 
Sistem operasi ini menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, debian, red hat, SUSE, Ubuntu, Zeath OS (berbasis kernel linux yang dimodifikasi.). 
MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd. 
Sistem operasi keluarga unix lainnya seperti AIX, Amiga OS, DragonFly BSD, Free BSD, GNU, HP-UX, IRIX,Linux, LynxOS, MINIX, NetBSD, OpenBSD, OS X, Plan 9, QNX, Research UNIX, SCO OpenServer, Solaris, UNIX System V, Tru64 UNIX, UnixWare, 

3. Keluaraga Mac OS. 
Sistem operasi ini dikeluarkan oleh industri komputer Apple yang disebut Mac atau Macintosh. 
Sistem operasi ini antara lain ialah Public Beta (Kodiak), Mac OS X 10.0 (Cheetah), Mac OS X 10.1 (Puma), Mac OS X 10.2 (Jaguar), Mac OS X 10.3 (Panther), Mac OS X 10.4 (Tiger), Mac OS X 10.5 (Leopard), Mac OS X 10.6 (Snow Leopard), Mac OS X 10.7 (Lion), Mac OS X 10.8 (Mountain Lion). 
Berbasis Server : OpenStep, Raphsody, Mac OS X Server 1.0, berbasis Mobile: iOS. Awal tahun 2007 dikeluarkan versi 10.5 (Leopard). 
Tahun 2011 diluncurkan versi 10.7 (lion). Sistem tersebut menggunakan interface TEXT (DOS, POSIX, LINUX), dan GUI (Graphical User Interface) seperti MS Windows dan LINUX (berbasis TEXT dan berbasis GUI).

Perkembangan Umum Sistem operasi per Generasi


Gambar 108 Sistem Operasi Per Generasi



Menurut Tanebaum, Sistem Operasi mengalami perkembangan yang dapat dibagi ke dalam lima generasi.

Generasi Awal (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. 
Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung oleh pengguna. 

Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan. Generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS

Generasi Ketiga (1965-1980)
Sistem operasi pada generasi ini dikembangkan untuk melayani banyak pemakai, dimana para pemakai berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer. Sistem operasi menjadi multi-user (digunakan oleh banyak pengguna sekaligus), multi-programming (melayani banyak program sekaligus) dan multi tasking (melayani banyak tugas dan pekerjaan / Batch Processing System)

Generasi Keempat (1980 – 2000-an)
Pada masa ini sistem operasi telah menggunakan Graphical User Interface (GUI) yaitu antar-muka komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman dan mudah digunakan. Pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar (distributed computer) dimana komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.

Generasi Selanjutnya
Pada generasi ini diperkenalkan Sistem Operasi yang berada dalam sebuah Sistem Operasi dan Sistem Operasi bergerak (Mobile) pada perangkat bergerak seperti: PDA, Poket PC, Laptop, Notebook dan NetBook. Sistem Operasi jaringan virtual juga berkembang, sehingga dalam satu jaringan hanya diinstal satu buah Sistem Operasi pada perangkat Server. 
Pada masa ini, diperkenalkan virtualization sistem yaitu satu komputer dapat diclonning secara virtual menjadi lebih dari satu komputer (sistem operasi) yang dapat bekerja bersama-sama, Cross Platform Operating System (multiboot system) yang dapat menggabungkan dua atau lebih Sistem Operasi berbeda seperti : Linux dan Windows. 
Generasi ini merupakan awal tren Mobile Computing, yang perangkatnya didominasi oleh Android, iOS, Blackberry OS, Windows mobile, Windows Phone dan Symbian. Pada masa ini dikenalkan sistem iClaud (layanan komputasi awan) yaitu sistem layanan jaringan yang dipublikasikan oleh Apple Inc pada tanggal 6 Juni 2011 di San Fransisco. iCloud memungkinkan para penggunanya untuk mensinkronisasi data seperti foto, musik, dan dokumen dari perangkat satu ke perangkat lain seperti ke dalam iPhone, iPad, iPod Touch, Mac dan komputer secara otomatis pada waktu yang bersamaan.
----------------- Suplemen -------------------------

Pengantar Bahasa Pemrograman



1. Klasifikasi Software
Sistem komputer memiliki 3 elemen penting, yaitu : Hardware, Software dan Brainware. Software menjadi penghubung komunikasi antara Brainware dan Hardware.Software secara umum, terbagi menjadi tiga yaitu : Bahasa Pemrograman, Sistem Operasi dan Program Aplikasi.
Bahasa Pemrograman adalah sebuah software yang digunakan untuk membuat Sistem Operasi dan Program Aplikasi. 
Sistem Operasi adalah sebuah software yang digunakan untuk mengkomunikasikan antara Brainware dan Hardware. 
Program Aplikasi adalah Software yang dibuat untuk kebutuhan tertentu, misalnya : Microsoft Excel adalah software untuk khusus menangani masalah spreadsheet.

2. Level Bahasa Pemrograman
Bahasa mesin (machine language) memiliki program yang sangat panjang karena menggunakan kode biner sehingga sulit dipahami oleh Brainware (Pengguna Komputer). 
Keunggulan Bahasa mesin adalah prosesnya sangat cepat dan tidak memerlukan interpreter atau penterjemah. 
Bahasa tingkat rendah (low level language) mirip dengan bahasa mesin yang memiliki program yang panjang dan sulit dipahami oleh Brainware (Pengguna Komputer).
Meskipun prosesnya cepat, bahasa tingkat rendah ini memerlukan interpreter atau penterjemah. 
Bahasa tingkat tinggi (high level language) menyerupai struktur bahasa manusia sehingga mudah dipahami oleh Brainware (Pengguna Komputer).  
Kelemahan Bahasa Tingkat Tinggi ini adalah memerlukan interpreter atau penterjemah berupa compiler.

3. Klasifikasi Bahasa Pemrograman

Berdasarkan fasilitas grafis yang dimilikinya, Bahasa pemrograman dapat dibagi menjadi dua, yaitu : Bahasa Pemrograman Berbasis Text dan Bahasa Pemrograman Berbasis GUI.  
Pada awalnya, Bahasa Pemrograman hanya dapat digunakan dalam basis teks. Bahasa Pemrograman Berbasis teks ini hanya mengenal huruf, angka dan tanda baca dan tidak mengenal grafis. Yang termasuk Bahasa Pemrograman Berbasis Text adalah
a. Bahasa Pemrograman Basic yang dikembangkan menjadi Turbo Basic,
b. Bahasa Pemrograman Pascal yang dikembangkan menjadi  Turbo Pascal,
c. Bahasa Pemrograman C++ yang dikembangkan menjadi Turbo C++, 
Perkembangan selanjutnya, Bahasa Pemrograman Berbasis teks dikembangkan menjadi Bahasa Pemrograman Berbasis GUI.
Keunggulan Bahasa Pemrograman Berbasis GUI adalah sudah memiliki fasilitas grafis  ( Grafik, Gambar, Audio dan Video). Yang termasuk dalam Bahasa Pemrograman Berbasis GUI adalah :
a. Bahasa Pemrograman Visual Basic pengembangan dari Turbo Basic
b. Bahasa Pemrograman Delphi pengembangan dari Turbo Pascal
c. Bahasa Pemrograman Visual C++ pengembangan dari Turbo C++
----------------------- Presentasi -------------------------------------------------------------


1. Klasifikasi Software





2. Level Bahasa Pemrograman






3. Klasifikasi Bahasa Pemrograman



Sistem Operasi : Kemampuan Kategori dan Perkembangannya

 Interaksi Hardware, Software, Brainware dan Sistem Operasi



Gambar 162 Hardware, Software, Brainware dan Sistem Operasi






Selasa, 12 Mei 2026

Laporan Mikrotik absen 01 dan 08

MIKROTIK BASIC CONFIGURATION

Laporan Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox

Laporan praktikum konfigurasi dasar MikroTik meliputi reset configuration, konfigurasi interface, DHCP Client, IP Address, DHCP Server, hingga NAT Masquerade.

📘 Pendahuluan

MikroTik merupakan sistem operasi dan perangkat jaringan yang sangat populer digunakan dalam dunia networking. Router ini banyak digunakan untuk manajemen jaringan internet baik di sekolah, kantor, warnet, hingga rumah pribadi.

💡 Topologi sederhana yang digunakan:

Internet → Ether1 (WAN) → MikroTik → Ether2 (LAN) → Client
1️⃣ Login ke Winbox & Reset Configuration

Langkah pertama adalah login ke MikroTik menggunakan Winbox kemudian melakukan reset configuration.

  • Buka Winbox, masukkan IP 192.168.88.1
  • Username: admin | Password: kosong
  • Klik Connect

Setelah berhasil login, lakukan reset konfigurasi:

  • Masuk ke menu System → Reset Configuration
  • Klik Reset Configuration
  • Tunggu router restart
⚠️ Reset configuration sangat penting agar tidak terjadi konflik setting lama.
2️⃣ Konfigurasi Interface

Tahap berikutnya adalah mengganti nama interface agar lebih mudah dikenali saat proses konfigurasi jaringan.

  • Ether1 digunakan sebagai ISP/WAN
  • Ether2 digunakan sebagai Server/LAN
Konfigurasi nama interface pada MikroTik
3️⃣ IP → DHCP Client → Ether1 (ISP)

DHCP Client digunakan untuk memperoleh IP Address secara otomatis dari ISP/provider internet pada interface Ether1.

  • Masuk ke menu IP → DHCP Client
  • Pilih interface Ether1
  • Pastikan status menunjukkan “bound”
DHCP Client berhasil mendapatkan IP Address
✅ Jika status sudah “bound”, maka MikroTik berhasil terkoneksi ke internet/provider.
4️⃣ IP → Address LAN Ether2 (Server)

IP Address digunakan sebagai alamat jaringan agar perangkat dapat saling terhubung dalam satu network.

  • Masuk ke menu IP → Addresses
  • Klik tombol +
  • Masukkan IP Address
  • Pilih interface Ether2
192.168.8.1/24
Konfigurasi IP Address pada interface Ether2
5️⃣ IP → Pool

IP Pool digunakan untuk menentukan range IP Address yang akan dibagikan kepada client oleh DHCP Server.

192.168.8.2 - 192.168.8.254
Konfigurasi IP Pool DHCP Client
6️⃣ Konfigurasi DHCP Server

DHCP Server digunakan agar client mendapatkan IP Address secara otomatis.

a. IP → DHCP Server

DHCP Server berhasil dibuat

b. DHCP Setup

DHCP Setup dilakukan untuk mengatur gateway, DNS, network, dan range IP secara otomatis.

  • Masuk ke menu IP → DHCP Server
  • Klik DHCP Setup
  • Pilih interface Ether2
  • Klik Next hingga selesai
Proses DHCP Setup pada MikroTik
7️⃣ NAT → Masquerade

NAT digunakan agar jaringan lokal/client dapat mengakses internet menggunakan koneksi dari interface WAN.

  • Masuk ke menu IP → Firewall → NAT
  • Tambah rule baru
  • Pilih chain srcnat
  • Action = masquerade
Konfigurasi NAT Action Masquerade
🔥 NAT dengan action masquerade memungkinkan semua client LAN menggunakan internet dari satu IP publik.
🌐 Pengujian Koneksi

Setelah seluruh konfigurasi selesai dilakukan, tahap terakhir adalah melakukan pengujian koneksi internet.

ping 8.8.8.8

Jika reply berhasil muncul, maka konfigurasi MikroTik telah berhasil dilakukan dengan baik.

🎯 Kesimpulan

Dari hasil konfigurasi yang telah dilakukan sesuai urutan yang benar, MikroTik berhasil dikonfigurasi mulai dari login, reset configuration hingga NAT Masquerade.

Selasa, 05 Mei 2026

Laporan Mikrotik Individu

🖧 LAPORAN PRAKTIKUM MIKROTIK

Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox

Laporan individu mengenai konfigurasi dasar MikroTik mulai dari konfigurasi interface, IP Address, DHCP Server, hingga NAT agar router dapat terhubung ke internet dan membagikan koneksi kepada client.

👤 Nama : Christian Yusuf Alfred

🏫 Kelas : XI TJKT 1

📅 No. Presensi : 08

📚 Mata Pelajaran : Server Farm

📘 Pendahuluan

MikroTik merupakan perangkat jaringan yang digunakan sebagai router untuk mengatur lalu lintas data dalam jaringan komputer. MikroTik memiliki berbagai fitur seperti DHCP Server, Firewall, NAT, dan manajemen bandwidth yang banyak digunakan dalam lingkungan sekolah maupun laboratorium jaringan.

Pada praktikum ini dilakukan konfigurasi dasar MikroTik menggunakan aplikasi Winbox agar router dapat terhubung ke internet dan membagikan koneksi kepada perangkat client.

🎯 Tujuan Praktikum
  • Memahami konfigurasi dasar MikroTik
  • Mengetahui cara setting IP Address
  • Memahami fungsi DHCP Server
  • Mengetahui proses IP Pull dari ISP
  • Memahami konfigurasi NAT
🖧 Konfigurasi Interface

Tahap pertama dilakukan pengaturan interface untuk menentukan jalur internet dan jalur client pada router MikroTik.

📌 Interface ISP ABID digunakan sebagai WAN/internet sedangkan SERVER ALFRED digunakan sebagai interface LAN/client.
Konfigurasi interface pada MikroTik
🌐 Konfigurasi IP Address

IP Address diberikan pada interface LAN agar router dapat menjadi gateway dalam jaringan lokal/client.

192.168.8.1/24
Pengaturan IP Address pada interface SERVER ALFRED
📡 Konfigurasi DHCP Server

DHCP Server digunakan untuk memberikan IP Address secara otomatis kepada perangkat client yang terhubung ke jaringan.

Proses DHCP Setup pada MikroTik
DHCP Server berhasil dibuat
Address Pool DHCP Client
📶 Check IP Pull

Pengecekan dilakukan untuk memastikan interface WAN berhasil mendapatkan IP Address dari ISP/provider internet.

DHCP Client berhasil mendapatkan IP Address dengan status bound
✅ Status “bound” menunjukkan bahwa MikroTik berhasil menerima IP Address dari ISP dan koneksi internet aktif.
🔥 Konfigurasi NAT

Konfigurasi NAT dilakukan agar jaringan client dapat mengakses internet melalui interface WAN yang digunakan.

Konfigurasi NAT menggunakan action masquerade
✅ Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, konfigurasi dasar MikroTik berhasil dilakukan mulai dari pengaturan interface, pemberian IP Address, konfigurasi DHCP Server, pengecekan IP Pull, hingga konfigurasi NAT.

Dengan konfigurasi tersebut, router MikroTik berhasil digunakan sebagai gateway jaringan dan dapat membagikan koneksi internet kepada client.

Selasa, 14 April 2026

Panduan Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox

 

MikroTik hAP lite RB941-2nD


I. Peralatan yang Dibutuhkan

Sebelum konfigurasi, siapkan:

  1. Router MikroTik hAP lite (RB941-2nD)
  2. Laptop / PC
  3. Kabel UTP / LAN
  4. Software Winbox
  5. Koneksi internet dari Modem / ISP

II. Topologi Jaringan Sederhana



Keterangan:
  • Ether1 → koneksi ke Internet / Modem
  • Ether2-Ether4 → koneksi ke jaringan LAN

 

III. Panduan Login Pertama Winbox MikroTik

3.1 Persiapan Awal

    Langkah-langkah:

    • Hubungkan kabel LAN dari Ether2 MikroTik ke Laptop.
    • Sambungkan power MikroTik menggunakan adaptor / micro USB.
    • Jalankan aplikasi Winbox di komputer.
    Sebelum login, pastikan:
      • Router MikroTik sudah menyala
      • PC/Laptop terhubung ke MikroTik via:
        • Kabel LAN (Ether2–Ether5)
      • Sudah download aplikasi Winbox dari MikroTik

    3.2 Cara Download Winbox
    • Buka website resmi MikroTik: https://mikrotik.com/download
    • Scroll ke bagian Tools & Utilities
    • Cari Winbox
    • Klik tombol Download (biasanya file bernama winbox.exe)

    3.3 Cara Menggunakan Setelah Download

      1. Tidak perlu instalasi (portable)
      2. Klik dua kali file winbox.exe
      3. Akan langsung terbuka aplikasi Winbox
      4. Hubungkan ke MikroTik:
        • Via MAC Address (tab Neighbors)
        • Atau via IP Address

    3.4 Tips Penting

      • Gunakan hanya dari situs resmi MikroTik untuk menghindari virus
      • Tidak perlu install → langsung jalan
      • Bisa disimpan di flashdisk untuk penggunaan di banyak komputer
      • Pastikan jaringan sudah terhubung ke router MikroTik

    3.5 Membuka Aplikasi Winbox

      • Klik 2x file winbox.exe
      • Akan muncul tampilan utama Winbox

    3.6 Mendeteksi Router (Neighbors)

      1. Klik tombol “Neighbors”
      2. Tunggu beberapa detik
      3. Akan muncul daftar router MikroTik:
        • MAC Address
        • IP Address
        • Identity

    Pilih salah satu (biasanya otomatis terdeteksi)

    3.7 Login Pertama

    Gunakan data default:

      • Login : admin
      • Password : (kosongkan saja)

    Kemudian:

      • Klik Connect

    3.8 Ganti Password (WAJIB!)

    Setelah berhasil login:

      1. Klik menu System → Users
      2. Pilih user admin
      3. Klik Password
      4. Isi password baru (minimal kuat)
      5. Klik OK

    Jobsheet 1204 Manajemen User dan Group 908 Christian Yusuf Alfred

    JOB SHEET SMK TUNAS HARAPAN PATI Program Keahlian Mata Pelajaran Kode Mata Pelajaran Teknik Ja...